Breaking News:

Tsunami di Banten

Sederet Bencana Tsunami Paling Mematikan di Dunia

Sejarah mencatat bahwa bencana alam tersebut hampir selalu merenggut banyak nyawa.

TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Seorang petugas berdiri di atas tumpukan bangunan di Desa Sambolo, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten setelah terhempas air Tsunami, Senin (24/12/2018). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Banyak tsunami yang telah terjadi sepanjang sejarah manusia. Beberapa di antaranya adalah yang terjadi di Indonesia.

Seperti tsunami yang menghantam wilayah Mentawai pada Oktober 2010 dan tsunami Aceh pada 2004 lalu. Pada tahun 2018, Indonesia dihantam dua peristiwa tsunami, yakni di Palu dan Selat Sunda.

Sejarah mencatat bahwa bencana alam tersebut hampir selalu merenggut banyak nyawa. Berikut ini adalah lima tsunami paling mematikan yang pernah terjadi di Bumi:

1. Tsunami Aceh

Tsunami ini terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 akibat gempa berkekuatan 9,1 hingga 9,3 skala Richter. Gelombang tsunami menyapu beberapa wilayah di Aceh, India, Sri Lanka, Thailand, Maladewa, dan wilayah Afrika Timur.

Sebanyak 226.000 jiwa tewas akibat tsunami ini dan 166.000 orang merupakan warga negara Indonesia. Gempa penyebab tsunami ini merupakan gempa terbesar keempat yang terjadi dalam sejarah, sedangkan tsunaminya merupakan yang terbesar.

Beredar Kabar Gempa dan Tsunami Akan Terjang Indonesia di Malam Tahun Baru 2019, BMKG Tegaskan Hoaks

Tips Menyelamatkan Diri Ketika Bencana Terjadi, Bisa Sembunyi di Bak Mandi Jika Ada Tornado

Dukung Ifan Seventeen Lewat Lagu Dunia Sementara Akhirat Selamanya, Derry Sulaiman: Pria Terbaik

2. Tsunami di masa Yunani Kuno

Tsunami pada masa Yunani Kuno ini diketahui merupakan tsunami pertama yang terekam sepanjang sejarah.

Penyebab tsunaminya adalah meletusnya gunung yang berada di dekat Pulau Thera atau Santorini.

Jumlah orang yang tewas dalam tsunami ini tidak diketahui dengan pasti, tetapi diperkirakan mencapai lebih dari 100.000 orang.

 
Sebagian akses jalan di Anyer - Carita yang sudah bisa dilewati pada sebelumnya terputus karena Tsunami Selat Sunda, Senin (24/12/2018).
Sebagian akses jalan di Anyer - Carita yang sudah bisa dilewati pada sebelumnya terputus karena Tsunami Selat Sunda, Senin (24/12/2018). (TribunJakarta.com/Ega Alfreda)

Gelombang tsunami mencapai 15 meter. Sementara itu, tsunami yang terjadi pada tahun 1500 SM ini diperkirakan menjadi sebab runtuhnya Minoa, salah satu peradaban yang berkembang kala itu.

3. Tsunami di Portugal, Spanyol, dan Maroko

Tsunami ini terjadi akibat gempa berpusat di dasar perairan Atlantik pada tahun 1755. Gelombang tsunami menghantam kota-kota di Portugal, Spanyol, dan Maroko dengan kerusakan terparah terjadi di wilayah kota Lisbon.

Tinggi gelombang memang tak melebihi Tsunami Krakatau, tetapi jumlah orang yang tewas jauh lebih banyak, yakni 60.000 orang.

Berada di Bibir Pantai, Masjid Al Makmur Masih Berdiri Tegak Usai Diterjang Tsunami

Takjub Dengar Pengakuan Syahrini Soal Kemewahannya di Amerika, Hotman Paris Komentari Begini

Sindir Hilda Vitria, Hotman Paris Hutapea: Kalau Memang Janda Akui Saja

4. Tsunami Laut China Selatan

Tsunami ini terjadi pada tahun 1782 di wilayah Laut China Selatan yang berdekatan dengan Taiwan. Sebab, tsunami adalah gempa tektonik yang terjadi di dasar lautan.

Tidak jelas pusat gempa dan kekuatannya, tetapi sebanyak 40.000 orang tewas karenanya. Berdasarkan katalog yang dipublikasikan Rusia, gelombang tsunami menerjang daratan hingga sejauh 120 kilometer.

5. Tsunami akibat letusan Gunung Krakatau di Selat Sunda

Tsunami ini terjadi pada tahun 1883 dan membunuh sekitar 36.000 orang. Gelombang tsunami yang ditimbulkan oleh letusan mencapai tinggi 40 meter dan menyapu setidaknya 165 desa di wilayah Jawa dan Sumatera. Letusan Krakataunya sendiri merupakan letusan gunung api yang terbesar dalam sejarah, menimbulkan suara yang begitu keras dan abu vulkanik yang bahkan tersebar hingga ke Australia.

242 Jenazah Tiba di RS Berkah Pandeglang

 Total hingga hari kelima pasca tsunami Selat Sunda wilayah Banten dan sekitarnya, total sudah ada 242 jenazah yang tiba di RS Berkah Pandeglang.

Dari 242 jenazah tersebut, sebanyak 231 jenazah sudah teridentifikasi dan diambil oleh pihak keluarganya.

Sementara 11 jenazah lainnya, saat ini masih berada di RS Berkah Pandeglang dan belum teridentifikasi.

"Belum teridentifikasi sebanyak 11 orang, dan saat ini masih berada di RS Berkah Pandeglang," ucap Kabid Humas Polda Banten AKBP Edy Sumardi dalam konferensi pers update total korban tsunami Selat Sunda di Hotel Wira Carita, Pandeglang, Banten, Kamis (27/12/2018).

Pemprov DKI Jakarta turut tangani korban tsunami di Banten
Pemprov DKI Jakarta turut tangani korban tsunami di Banten (Facebook/Anies Baswedan)

Menurut Edy, 11 jenazah sulit diidentifikasi karena tidak membawa identitas pengenal ketika ditemukan.

Oleh sebab itu, pihaknya menghimbau agar masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya akibat tsunami bisa datang ke RS Berkah Pandeglang untuk mengecek keberadaan anggota keluarganya yang hilang.

3 Orang Tewas dalam Kebakaran di Cilincing, Warga Sempat Gedor Rumah Tapi Tak Ada Jawaban

Selain itu, Edy juga menuturkan kegiatan hari ini dfokuskan tetap pada identifikasi 11 jenazah tersebut, penyisiran di lokasi yang disinyalir masih ada korban, serta bantuan logisitik makanan, obat-obatan,dan trauma healing kepada seluruh korban.

Pesisir Jakarta Tak Terpengaruh Tsunami di Selat Sunda

 Liburan akhir tahun di kawasan Pantai Ancol, Pademangan, Jakarta Utara terlihat sepi dari biasanya.

Tidak banyak pengunjung yang bermain di pinggir pantai.

Hal itu disinyalir karena rasa khawatir masyarakat usai terjadinya tsunami di Selat Sunda.

Pantauan di lokasi, tidak banyak pengunjung yang bermain di tepi pantai.

Padahal setiap libur panjang seperti saat ini, pengunjung pasti membludak. Kemacetan yang biasa terlihat pun kini terpantau sepi.

Seorang pengunjung, Sudirman mengaku sebenarnya ia khawatir untuk berkunjung ke pantai di tengah bencana tsunami di Selat Sunda. Namun demikian dirinya tetap memberanikan diri rekreasi di pinggir pantai.

“Takut sih pasti lah, tapi ya mau gimana lagi. Tapi buat jaga-jaga sih, anak nggak dibolehin main jauh-jauh, di sini (pinggir pantai) aja lah,” ucapnya.

Pengunjung lainnya, Awan mengaku tidak menyangka kawasan Pantai Ancol hari ini akan terlihat sepi. Pasalnya saat ini sudah memasuki liburan akhir tahun dimana anak sekolah juga sudah libur.

“Tumben nih, nggak biasa-biasanya kayak begini (sepi). Kalau dibilang takut, ya takut lah. Tapi kita waspada aja, kan ada lifeguard juga,” katanya.

Live Streaming dan Sinopsis Sinetron Cinta Suci Kamis 27 Desember 2018, Marcel - Aditya Dituduh Elsa

Kemenkumham Umumkan Penempatan dan Pemanggilan CPNS 2018, Beberapa Hal Ini Perlu Diperhatikan

Sementara itu Corporate Communications Ancol Taman Impian Rika Lestari mengatakan pada tanggal 22 sampai 25 Desember tercatat jumlah pengunjung mencapai 233 orang dimana 70 persen di antaranya menikmati kawasan pantai.

“Kalau penurunan secara persentase ada kurang dari 10 persen tapi mudah-mudahan bisa terkejar karena ada banyak acara dan seluruh aktivitas Ancol bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Menurut Rika, berdasarkan informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), wilayah pesisir Jakarta seperti Pantai Ancol tidak terpengaruh dari peristiwa tsunami di Selat Sunda.

“Jadi alhamdulillah jumlah pengunjung masih nyaman, belum ada pengaduan atau keluhan. Kami juga sudah tugaskan lifeguard, ditambahkan sekitar 55 orang dan standby 24 jam tiga shift untuk berikan pelayanan kepada pengunjung,” katanya. 

(NationalGeographic/TribunJakarta)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved