Breaking News:

Pemilu 2019

Bawaslu Jakarta Barat Tertibkan 1.918 Alat Peraga Kampanye yang Melanggar

Adapun tiga partai pelanggar pemasangan APK terbanyak di wilayah Jakarta Barat yaitu, PDIP dengan 689 APK, kemudian PKS dengan 247 APK.

Penulis: Novian Ardiansyah | Editor: Wahyu Aji
Dokumentasi Bawaslu Kota Jakarta Barat.
Satpol PP bersama Bawaslu Kota Jakarta Barat saat mencopot alat peraga kampanye (APK) yang melanggar. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Novian Ardiansyah

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMBANGAN - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jakarta Barat bersama Satpol PP Kota Jakarta Barat sudah menertibkan sebanyak 1.918 alat peraga kampanye (APK) yang melanggar aturan.

Jumlah tersebut merupakan hasil penertiban yang dilakukan mulai dari pra kampamye pada bulan September hingga awal Desember 2018.

"Saat ini kita menurunkan APK dan barang kampanye sebanyak 1.918. Jenisnya ada bendera, spanduk, pamflet, stiker, umbul-umbul kita turunkan," kata Koordinator Divisi Pengawasan Hubungan Antarmasyarakat dan Antarlembaga, Bawaslu Jakarta Barat, Ahmad Zubaidillah, Jumat (28/12/2018).

Ahmad mengatakan, pihaknya berdama Satpol PP juga turur menurunkan branding kampanye peserta pemilu yang dipasang pada kaca belakang mobil angkutan kota (angkot).

"Yang di angkot juga kita tertibkan dengan Dishub. Waktu itu ketika penertiban APK pertama dengan Dishub dan Satpol PP tanggal 23 Oktober kita menertibkan branding di angkot," ujarnya.

Polisi Bentuk Timsus Buru Garong yang Gasak Rp 30 Juta dan Sekap Pegawai Alfamart di Depok

Adapun tiga partai pelanggar pemasangan APK terbanyak di wilayah Jakarta Barat yaitu, PDI Perjuangan dengan 689 APK, kemudian PKS dengan 247 APK, dan Partai Demokrat 167 APK.

"Kalau kita lihat paling banyak dari PDI Perjuangan. Jadi jumlah APK dan bagan kampanye yang melanggar periode September sampai awal Desember ada 1.918. Kemudian jumlah paling banyak dari PDI Perjuangan," kata Ahmad.

Ia menjelaskan, APK yang ditertibkan tersebut lantaran melanggar aturan pemasangan yang tidak pada tempatnya.

"Paling banyak bendera-bendera kecil di pasang di tiang listrik, di pohon-pohon atau ada yang dipaku ke pohon. Itu kan masuknya bahan APK enggak boleh di pohon. (Penertiban) Sejak pra kampanye sudah kita lakukan dan kampanye. September kampanye, sebelumnya juga sudah dilakukan," tutur Ahmad.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved