Keluarga Korban Lion Air PK-LQP yang Tak Teridentifikasi Belum Mau Urus Akta Kematian

Belum ada satupun dari mereka yang mengurus akta kematian ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) wilayah masing-masing

Keluarga Korban Lion Air PK-LQP yang Tak Teridentifikasi Belum Mau Urus Akta Kematian
TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino
Keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP berkumpul di Dermaga 22 Marina Ancol, Jakarta Utara, usai melakukan pencarian 64 korban yang belum ditemukan secara langsung ke perairan Tanjung Karawang, Jumat (28/12/2018) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PADEMANGAN - Keluarga maupun ahli waris dari 64 korban kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP yang tak teridentifikasi sampai saat ini belum menerima santunan sebesar Rp 1,3 miliar dari pihak maskapai.

Berdasarkan kesepakatan bersama keluarga yang menamakan diri mereka JT610 Family tersebut, mereka enggan buru-buru mengurus akta kematian sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan santunan.

Belum ada satupun dari mereka yang mengurus akta kematian ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) wilayah masing-masing.

Alasannya, 64 keluarga masih ingin melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan.

"Kalo teridentifikasi berarti kan ada surat dari DVI yang menerangkan kematian orang tersebut. Tapi kalo tidak teridentifikasi atau belum terevakuasi kalo memang keluarganya sudah iklas atau menerima dia kan harus didaftarkan ke dukcapil pengadilan yang memutuskan," ungkap Engki Bocana, salah satu perwakilan keluarga korban yang tak teridentifikasi, Jumat (28/12/2018).

Harapan 64 keluarga korban tersebut masih sangat besar untuk mencari dan terus mencari body parts keluarga mereka yang belum ditemukan.

Mulai hari ini, pencarian dilakukan secara mandiri dan swadaya, dengan berangkat langsung menuju ke perairan Tanjung Karawang.

Engki menuturkan pencarian bakal terus dilakukan sampai jangka waktu yang belum ditentukan.

Engki dan 63 keluarga lainnya masih ingin mencari bagian tubuh supaya bisa teridentifikasi ke depannya.

Halaman
12
Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved