Breaking News:

Tsunami di Banten

Update Korban Tsunami Selat Sunda, BNPB: 426 Orang Meninggal Dunia

Sutopo Purwo Nugroho mengatakan 426 orang meninggal dunia akibat tsunami di Selat Sunda.

Penulis: Nawir Arsyad Akbar
Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Nawir Arsyad Akbar
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, menyamapaikan informasi terkini terkait tsunami Selat Sunda, di Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Jumat (28/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar

TRIBUNJAKARTA.COM, MATRAMAN - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan 426 orang meninggal dunia akibat tsunami di Selat Sunda.

Data tersebut merupakan data terbaru yang dikeluarkan pada Jumat (28/12/2018) pukul 13.00 WIB.

"Tsunami yang menerjang lima kabupaten di Banten dan Lampung, mengakibatkan sebanyak 426 orang meninggal dunia," ujar Sutopo Purwo Nugroho terkait penanganan tsunami Selat Sunda, di Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Jumat (28/12/2018).

Sutopo menjelaskan, bahwa ada penurunan data korban yang meninggal dunia, karena terdapat beberapa jenazah yang teridentifikasi ganda di sejumlah posko tanggap darurat.

"Mengapa penurunan (jenazah korban), setelah kita lakukan cross check berdasarkan identitas korban meninggal, ada beberapa korban yang didata double (ganda)," ujar Sutopo.

"Sehingga data yang fix hari ini, masing-masing posko tanggap darurat baik, total 426 orang meninggal dunia," lanjutnya.

Dampak bencana tsunami ini melanda daerah pesisir di pantai barat Provinsi Banten yaitu Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang, dan di pantai selatan Provinsi Lampung meliputi Kabupaten Lampung Selatan, Tanggamus, dan Pesawaran.

Di Kabupaten Serang, daerah yang terdampak adalah Kecamatan Anyer dan Cinangka. Tercatat 20 orang meninggal dunia, 247 orang luka-luka, 68 orang hilang dan 40 unit rumah rusak.

Lampung Selatan daerah terdampak meliputi Kecamatan Kalianda, Rajabasa, Sidomulyo dan Ketibung. Tercatat 116 orang meninggal dunia, 279 orang luka-luka, dan 1.373 orang mengungsi.

Sedangkan di Pesawaran terdapat 1 orang meninggal dunia, 1 orang luka-luka, 231 orang mengungsi dan 134 unit rumah rusak.

Kesaksian Agung Korban Selamat Tsunami Banten, Aa Jimmy dan Keluarga Tergulung Pertama Saat Musibah

Pelajari Penyebab Tsunami Selat Sunda, Indonesia Kerja Sama dengan Negara Lain

Sutopo menjelaskan, bahwa Kabupaten Pandeglang menjadi wilayah yang paling banyak ditemukan korban jiwa, yaitu sebanyak 288 orang meninggal dunia dan 3.976 orang mengalami luka-luka.

"Jumlah korban kemungkinan akan terus bertambah, karena tim SAR gabungan masih menyisir daerah-daerah yang belum terjangkau. Penanganan terus dilakukan. Evakuasi korban masih berlangsung," ujar Sutopo.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved