Usai Operasi Kolostomi, Bayi Rayyan Harus Jalani Dua Kali Operasi Lagi

Bayi malang berumur 5 bulan itu harus menjalani operasi pemotongan usus yang bercabang dan operasi penyambungan usus lagi

Usai Operasi Kolostomi, Bayi Rayyan Harus Jalani Dua Kali Operasi Lagi
TribunJakarta.com/Bima Putra
Oklavia Supriatin saat menimang Rayyan Haryo Ardianto di kediamannya, Beji, Depok, Senin (1/10/2018) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, BEJI - Setelah lahir tanpa anus, ususnya dipotong sekitar dua sentimeter karena infeksi akibat kotoran dan gas yang tertahan di perut saat dilahirkan, kini Rayyan Haryo Ardianto masih harus menjalani dua kali operasi lagi.

Bayi malang berumur 5 bulan itu harus menjalani operasi pemotongan usus yang bercabang dan operasi penyambungan usus lagi.

Hal ini disampaikan ibu Rayyan, Oklavia Supriatin (39) saat ditanya bagaimana kondisi Rayyan setelah menjalani operasi pembuatan kolostomi yang kedua kalinya pada, Sabtu (22/12/2018) lalu.

"Kata dokter masih harus dua kali lagi operasi. Ada operasi potong usus yang bercabang terus nanti operasi disambung lagi. Baru nanti dipikirin tutup kolostomi sama bikin saluran ke bawahnya," kata Oklavia saat dihubungi wartawan di Beji, Depok, Jumat (28/12/2018).

Merujuk penjelasan dokter RSPAD Gatot Soebroto, Oklavia menyebut kolostomi atau saluran pembuangan sementara di perut yang operasinya membutuhkan waktu lima jam berfungsi baik.

Dia menuturkan sebab lengketnya usus Rayyan yang membuat tak lancar BAB hingga tiga hari beberapa waktu terjadi karena karena infeksi akibat operasi pembuatan anus pada Selasa (13/11/2018).

"Operasi kolostominya bagus, kata dokter sudah berfungsi baik. Kalau penyebab ususnya yang lengket itu karena infeksi operasi kemarin (pembuatan anus)," ujarnya.

Perihal kapan anak keempatnya itu bisa kembali BAB lewat anus, dari penjelasan dokter RSPAD Gatot Soebroto, Oklavia menyebut operasi penutupan kolostomi harus menunggu hingga berat badan Rayyan naik dulu.

Setidaknya, berat bayi malang yang nyawanya nyaris terancam akibat dugaan kelalaian tenaga medis RS Grha Permata Ibu (GPI) Depok saat dilahirkan itu harus melebihi 6.5 kilogram.

Halaman
12
Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved