Tsunami di Banten dan Lampung

BNPB: Masa Tanggap Darurat di Lampung Selatan Kemungkinan Bakal Ditambah

Sebelumnya, untuk Kabupaten Lampung Tengah masa tanggap darurat berlangsung selama 7 hari, mulai dari 23 Desember hingga 29 Desember 2018.

BNPB: Masa Tanggap Darurat di Lampung Selatan Kemungkinan Bakal Ditambah
TribunJakarta/Nawir Arsyad Akbar
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, menyamapaikan informasi terkini terkait tsunami Selat Sunda, di Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Jumat (28/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar

TRIBUBJAKARTA.COM, MATRAMAN - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, bahwa masa tanggap darurat di Kabupaten Lampung Selatan kemungkinan bakal ditambah.

Hal itu disampaikan Sutopo, karena melihat masih adanya sejumlah warga Lampung Selatan yang hilang, dan hingga kini belum ditemukan.

"Kemungkinan Kabupaten Lampung Selatan masa tanggap darurat akan diperpanjang. Tetapi berdasarkan evaluasi yang akan dilaksanakan besok," ujar Sutopo, di Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur.

Diketahui sebelumnya, untuk Kabupaten Lampung Tengah masa tanggap darurat berlangsung selama 7 hari, mulai dari 23 Desember hingga 29 Desember 2018.

Selain adanya sejumlah warga yang hilang, masa tanggap darurat kemungkinan akan ditambah karena adanya erupsu Gunung Anak Krakatau yang saat ini berstatus Siaga III.

Hal tersebut membuat pihak Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan harus mengevakusi warga yang berada di Pulau Sebesi, kareba berada dekat dengan Gunung Anak Krakatau.

"Pengungsi bertambah apalagi warga di Pulau Sebesi dievakuasi ke wilayah Lampung Selatan," ujar Sutopo.

Diberitakan sebelumnya, hingga H+6 pasca tsunami Selat Sunda yang menerjang pesisir Banten dan Lampung, sebanyak 426 orang dinyatakan meninggal dunia dan 7.202 orang mengalami luka-luka.

Sutopo menjelaskan, bahwa ada penurunan data korban yang meninggal dunia, karena terdapat beberapa jenazah yang teridentifikasi ganda di sejumlah posko tanggap darurat.

"Mengapa penurunan (jenazah korban), setelah kita lakukan cross check berdasarkan identitas korban meninggal, ada beberapa korban yang didata double (ganda)," ujar Sutopo.

"Sehingga data yang fix hari ini, masing-masing posko tanggap darurat baik, total 426 orang meninggal dunia," katanya.

Penulis: Nawir Arsyad Akbar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved