Breaking News:

Tsunami di Banten

Nyanyikan Lagu 'Kemarin' Seventeen di Singapura, Pasha Ungu Justru Minta Maaf Kepada Ifan

Pasha Ungu minta maaf setelah menyanyikan lagu 'Kemarin' dari Seventeen. Ia juga ungkap kerinduannya pada 3 personel Seventeen yang sudah wafat.

TribunWow - Instagram @ifanseventeen/Kolase TribunWow.com
Pasha Ungu dan Ifan Seventeen 

Di unggahan story berikutnya, suami Adelia Wilhelmina itu membagikan caranya untuk memberikan dukungan.

Dukungan itu tak hanya ditujukan untuk Ifan Seventeen dan Ade Jigo, namun juga untuk seluruh korban tsunami Selat Sunda.

Berikut cara untuk beri dukungan moril kepada korban tsunami lewat media sosial.

- Buat video snapgram atau Instastory berdurasi 15 detik dengan narasi:

Saya (nama kamu( ikut mendukung dan mendoakan Ifan Seventeen juga Ade Jigo, serta seluruh korban dari musibah tsunami di Selat Sunda, untuk bisa bangkit dan tetap kuat. Kami bersamamu!!

- Sertakan tagar (hashtag):

#SejutaCintaUntukSeventeenDanJjigo
#SejutaCintaUntukKorbanTsunamiSelatSunda

- Jangan lupa mention:

@ifanseventeen
@adejigo.

Unggahan fitur story akun Instagram Pasha Ungu yang mengajak masyarakat memberikan dukungan moril kepada Ifan Seventeen dan Ade Jigo, Sabtu (29/12/2018).
Unggahan fitur story akun Instagram Pasha Ungu yang mengajak masyarakat memberikan dukungan moril kepada Ifan Seventeen dan Ade Jigo, Sabtu (29/12/2018). (Instagram/@pashaungu_vm)

Ajak menyanyi

Sebelumnya, Pasha Ungu mempersembahkan sebuah unggahan Instastory untuk Ifan Seventeen.

Dalam unggahan Instagram @pashaungu_vm yang dikutip TribunWow.com pada Kamis (27/12/2018), Pasha Ungu tampak tengah mencoba memainkan piano lagu 'Kemarin' ciptaan mendiang Herman Sikumbang.

Pasha Ungu juga tak menutup kemungkinan kelak dirinya bisa bernyanyi bersama Ifan Seventeen.

"Lagi coba belajar mainin musiknya dan ngafalin lyricnya siapa tau nanti nyanyi bareng saudaraku @ifanseventeen," tulis Pasha Ungu.

Melihat unggahan tersebut, di hari yang sama Ifan Seventeen kembali mengunggah Instastory Pasha Ungu di akun @ifanseventeen dan memberinya komentar.

Ifan Seventeen mengaku sedih dan tidak tahu kapan dirinya bisa bernyanyi lagi, terlebih menyanyikan lagu 'Kemarin' ciptaan sahabatnya yang sudah tiada.

Ifan Seventeen pun meminta Pasha Ungu saja yang bernyanyi dan memujinya lebih bagus dalam bernyanyi.

"Ya Allah kanda aku ga tau kapan bisa nyanyi lagi, apalagi lagu itu.

Kanda aja yang nyanyi ya, pasti lebih bagus," tulis Ifan Seventeen.

Ifan Seventeen komentari unggahan Pasha Ungu yang bawakan lagu 'Kemarin' ciptaan mendiang Herman.
Ifan Seventeen komentari unggahan Pasha Ungu yang bawakan lagu 'Kemarin' ciptaan mendiang Herman. (Instagram/@pashaungu_vm - @ifanseventeen)

Pasca tsunami yang menerjang Banten dan Lampung pada Sabtu (22/12/2018) malam itu, Ifan Seventeen harus kehilangan orang-orang tercintanya.

Ifan Seventeen ditinggalkan sang istri, Dylan Sahara, serta keluarga Seventeen seperti Bani, Herman, Andi, Oki, dan Ujang.

Pada uanggahan Instagramnya pada Jumat (28/12/2018), Ifan Seventeen mengungkap bagaimana dirinya bisa bertahan kala tertimpa bencana tersebut.

Dalam unggahan itu, Ifan Seventeen menunjukkan foto dirinya bersama sebuah kotak warna hitam yang biasa digunakan sebagai properti panggung.

Di samping kanan, terdapat sosok Mas Epi dan di kirinya ada sosok Bang Yusron.

Kotak hitam itu sangat berjasa bagi Ifan Seventeen dan tiga orang korban lainnya yang terkatung-katung di lautan dan hanya bisa berpegangan pada kotak itu untuk bisa terus terapung.

Sementara Mas Epi dan Bang Yusron adalah dua orang yang awalnya tidak saling kenal dengan Ifan Seventeen namun ikhlas selama dua hari penuh membantu Ifan.

Banyak bantuan yang diberikan Mas Epi dan Bang Yusron kepada Ifan Seventeen, mulai dari makanan, pinjaman jaket, sarung, pakaian, tas, hingga obat-obatan.

Tak hanya itu, Mas Epi dan Bang Yusron dengan setia menemani dan mengantar Ifan Seventeen dalam proses mencari Dylan Sahara dan Andi drummer Seventeen(TribunJakarta.com EFS/TribunWow.com Ifa Nabila)

Penulis: Erlina Fury Santika
Editor: Erlina Fury Santika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved