Pascatsunami Selat Sunda, Wisatawan ke Pulau Seribu yang Berangkat dari Kali Adem Menurun Drastis

Jumlah penumpang yang berangkat pada Sabtu (29/12/2018) berjumlah 684 orang. Dari Pelabuhan Kali Adem, mereka diberangkatkan menggunakan 11 kapal

Pascatsunami Selat Sunda, Wisatawan ke Pulau Seribu yang Berangkat dari Kali Adem Menurun Drastis
TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino
Suasana Pelabuhan Kali Adem, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (29/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Pascatsunami yang terjadi di Selat Sunda pada Sabtu (22/12/2018) lalu, jumlah wisatawan yang hendak berangkat ke Kepulauan Seribu dari Pelabuhan Kali Adem, Penjaringan, Jakarta Utara, menurun drastis.

Jumlah penumpang yang berangkat pada Sabtu (29/12/2018) berjumlah 684 orang. Dari Pelabuhan Kali Adem, mereka diberangkatkan menggunakan 11 kapal.

Kepala Pelabuhan Kali Adem Andi Irham, mengatakan jumlah tersebut menurun drastis, padahal hari ini akhir pekan dan bertepatan dengan libur akhir tahun.

"Dari pihak operator kapal pun mereka mengatakan tahun ini turun drastis," kata Andi kepada TribunJakarta.com.

Menurut Andi, penyebab penurunan penumpang yang drastis ini disebabkan adanya kekhawatiran terkait tsunami di Selat Sunda pekan lalu.

Padahal, pada pagi hari di Sabtu pekan lalu sebelum tsunami terjadi, penumpang yang berangkat dari Kali Adem mencapai lebih kurang 3.000 orang. Mereka diberangkatkan dengan 25 kapal.

"Kalo prediksi saya ada beberapa poin yang menyebabkan menurun, salah satunya terkait tsunami yang di Selat Sunda. Selanjutnya karena memang cuaca beberapa ini lagi ekstrim jadi menurun," kata Andi.

Andi mengatakan cuaca ekstrim dengan gelombang tinggi juga menyulitkan pelayaran dari Kali Adem ke Kepulauan Seribu.

"Mengacu dari BMKG, gelombang hari ini antara 125 sentimeter sampai 2 meter gelombangnya. Kalo untuk kecepatan angin dia sampai 30 knot. Jadi untuk pelayaran agak ekstrim ya," katanya.

Video Suasana Panggung Seventeen Sebelum Dihempas Tsunami Viral, Kru Sempat Khawatirkan Hal Ini

Ada Peringatan Tsunami hingga ke Indonesia, BMKG Pastikan Gempa Filipina Tak Berpotensi Tsunami

Dengan kondisi seperti ini, pihak Pelabuhan Kali Adem tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali mengimbau para penumpang dan awak kapal untuk selalu mengutamakan keselamatan.

"Jadi kita sih setiap hari mengimbau ke para kru kapal tradisional dan konvensional untuk mengutamakan keselamatan. Kalo untuk izin berlayar kan domainnya di Syahbandar," pungkasnya.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved