Breaking News:

Erupsi Gunung Anak Krakatau

Penjelasan BNPB Letusan Gunung Anak Krakatau Tak akan Sebesar Gunung Krakatau

Sutopo menjelaskan, diameter Gunung Anak Krakatau yang lebih kecil tersebut, membuat dapur magma yang dimilikinya tidak sebesar dapur magma.

Intisari
Anak Gunung Krakatau meletus sebayak 49 kali sepanjang Jumat (3/8/2018) pagi 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar

TRIBUNJAKARTA.COM, MATRAMAN - Gunung Anak Krakatau dikatakan tidak akan dapat meletus sebesar ibunya, yaitu Gunung Krakatau seperti yang terjadi pada tahun 1883.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, bahwa diameter daru Gunung Anak Krakatau tidak sebesar Gunung Krakatau.

"Sangat kecil. Karena diameter dari Gunung Anak Krakatau itu hanya 2 kilometer. Sementara Gunung Krakatau yang meletus tahun 1883, 6 kali lipat, diameternya 12 kilometer," ujar Sutopo di Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur.

Sutopo menjelaskan, diameter Gunung Anak Krakatau yang lebih kecil tersebut, membuat dapur magma yang dimilikinya tidak sebesar dapur magma yang dimiliki Gunung Krakatau.

Sehingga jika Gunung Anak Krakatau meletus, letusannya tidak akan sebesar Gunung Krakatau yang terjadi pada tahun 1883.

Jelang Tahun Baru 2019, Harga Telur Ayam Rp 28 Ribu di Pasar Tebet Barat

"Sehingga kemungkinan terjadinya erupsi tidak akan menyebabkan bencana besar, juga tidak akan menimbulkan tsunami yang besar seperti tahun 1883 yang menerjang wilayah di sini," ujar Sutopo.

Ia pun menghimbau kepada masyarakat, terkait erupsi Gunung Anak Krakatau untuk mengikuti instruksi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"Jadi kami mengimbau kepada masyarakat di sekitar sini, satu, untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaannya. Tetap mengacu kepada institusi PVMBG, maupun BMKG," ujar Sutopo.

Sebelumnya status Gunung Anak Krakatau dinaikkan menjadi siaga level III setelah sebelumnya berstatus waspada.

Perubahan status ini lantaran adanya peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang terus meningkat sejak Rabu (27/12/2018) sore.

Penulis: Nawir Arsyad Akbar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved