Tsunami di Banten

Tidak Takut, Sejumlah 'Beach Boy' Asik Berselancar di Pantai Carita Seusai Tsunami Selat Sunda

Sore ini, sekira lebih dari lima anak pantai alias 'beach boy' asik berseluncur diatas ombak menggunakan papan selancarnya.

Tidak Takut, Sejumlah 'Beach Boy' Asik Berselancar di Pantai Carita Seusai Tsunami Selat Sunda
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA
Sejumlah beach boy asik berselancar di Pantai Carita enam haru pasca tsunami Selat Sunda menerjang wilayah Pandeglang, Banten, Sabtu (29/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, CARITA - Sore ini, sekira lebih dari lima anak pantai alias 'beach boy' asik berseluncur diatas ombak menggunakan papan selancarnya.

Meski tsunami Selat Sunda baru saja menghancurkan kawasan bibir Pantai Carita, tak terlihat sedikitpun rasa takut dari sejumlah remaja tersebut.

Tertawa riang gembira, mereka terlihat menunggu ombak besar datang untuk beraksi di atas papan seluncurnya.

Ketika ombak sekira setinggi 1,5 meter, mereka pun langsung bergantian naik ke atas papan seluncur dan berkelok-kelok dengan lihainya.

Ali satu di antara beach boy menuturkan, ia bersama sejumlah temannya sudah sejak Minggu (23/12/2018) silam berselancar di Pantai Carita.

"Sudah sehari habis tsunami, kejadiannya kan malam Minggu, nah Minggu sore sudah berselancar," kata Ali tanpa rasa takut di Pantai Carita, Sabtu (29/12/2018).

Lanjut Ali, meskipun kediamannya berada di bibir Pantai Carita, namun ia dan keluarganya selamat ketika tsunami menerjang kawasan Banten dan menimbulkan korban ratusan jiwa.

"Kalau ada tsunami susulan, tinggal berenang ke tengah laut, disana aman," jelas Ali.

Yanto salah seorang beach boy lainnya bahkan menuturkan, pasca tsunami ombak di kawasan Pantai Carita menjadi lebih tinggi, dan menjadi sasaran olehnya untuk berselancar.

"Ombaknya jadi makin tinggi, resep (suka) saya mah malahan," papar Yanto di Pantai Carita.

Sekira pukul 18.00 WIB, matahari pun mulai tenggelam dan sejumlah beach boy tersebut pun berenang ke daratan untuk kembali ke pengungsian.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Ilusi Insiroh
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved