Breaking News:

Erupsi Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau Unik: Visual Indah, Sangat Aktif, Kawah Hilang

Kushendratno menemukan keunikan selama bertugas memantau aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Simak berikut ini.

Editor: Y Gustaman
KOMPAS/RIZA FATHONI
Aktivitas letupan abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terpantau dari udara yang diambil dari pesawat Cessna 208B Grand Caravan milik maskapai Susi Air, Minggu (23/12/2018). ( 

TRIBUNJAKARTA.COM, BANTEN - Kushendratno menemukan keunikan selama bertugas memantau aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Demikian disampaikan Kushendratno yang juga Ketua Tim Tanggap Darurat di Pos Pantau Gunung Anak Krakatau kepada Tribunnews.com di Pos Pantau Anak Krakatau, Sabtu (29/12/2018).

Kushendratno mengatakan seluruh gunung berapi di Indonesia, Anak Krakatau yang paling unik.

Selain jarak, ada satu hal dari Krakatau ini yang paling menarik ditemuinya selama 12 tahun bekerja di Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

Keunikan ini adalah karena ada visual yang cukup indah dari Gunung Anak Krakatau, yakni hilangnya kawah.

"Biasa naik gunung susah, sekarang menyeberang yang susah. Naik gunung susah, bisa istirahat, kalau menyeberang susah, dipakasakan kita tenggelam. Sampai sana, buat camping enak, suasana pantai enak, tapi gunungnya aktif sekali. Tiap tahun meletus, tapi di balik itu kita punya visual malam yang begitu indah dan ini satu-satunya gunung yang kawahnya hilang," jelas Kushendratno.

Apakah hilangnya kawah sejak awal letusan saat tsunami atau baru-baru ini, Kushendratno menjelaskan peristiwa terbaru soal Gunung anak Krakatau.

"Kemarin Jumat (28/12) pukul 14.18 WIB, saya baru menemukannya. Tiba-tiba ada yang teriak, kok awannya putus? Saya langsung lihat, saya ke depan, dalam hati 'Kenapa gunungnya hilang?' Saya langsung minta teropong, akhirnya dapat. Kita analisis ternyata hilang gunungnya ini sesuatu hal yang luar biasa. Setelah itu, air laut masuk ke kawah, jadi awannya sempat terputus," lanjut dia. 

Menurut Kushendratno ada kemungkinan kawah Gunung Anak Krakatau muncul lagi mengingat ada peningkatan rata-rata 4-6 meter per tahun.

Selama gunung masih aktif, akan tetap meningkat lagi. Sama seperti Gunung Anak Krakatau yang baru lahir 1929.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved