VIDEO: Sudah Puluhan Tahun, Warga Cikarang Jualan Terompet Tahun Baru di Kawasan Glodok

Mantra bercerita telah ikut jualan terompet saat tahun baru di kawasan ini sejak 1980-an. Kala itu ia ikut orangtuanya yang menjadi penjual terompet.

TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Pedagang terompet asal Cikarang, Jawa Barat berjualan hingga malam tahun baru di kawasan Glodok, Tamansari, Jakarta Barat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMANSARI - Sudah sepekan ini di trotoar kawasan Glodok, Tamansari, Jakarta Barat banyak terlihat pedagang terompet.

Mereka berjualan di depan toko yang sudah tutup dan berderetan dengan para seniman lukisan yang ada di kawasan ini.

Satu diantara pedagang terompet yakni Mantra (40) mengatakan mayoritas pedagang di tempat ini berasal dari Kecamatan ‎Sukatani, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. 

‎"Ini memang satu kampung semua dari Cikarang, datang kesini kalau tiap mau tahun baru aja buat jualan terompet," kata Mantra saat berbincang dengan TribunJakarta.com, Minggu (30/12/2018).

Mantra bercerita telah ikut jualan terompet saat tahun baru di kawasan ini sejak 1980-an. Kala itu ia ikut orangtuanya yang menjadi penjual terompet.

Adapun Mantra sendiri jika di hari biasa bekerja sebagai petani.

"Saya dari kecil tiap tahun baru emang ikut orangtua dagang disini. Soalnya emang udah rutin orang Sukatani tiap tahun baru pada dagang kesini sudah dari tahun 1980-an sampai sekarang," ujar Mantra yang juga membawa anak bungsunya untuk berjualan di tempat ini.

Terompet tradisonal dengan bahan karton itu dibuat sendiri oleh para pedagang di Cikarang.

Saat tiba di Glodok, ‎mereka tinggal menghiasnya dengan kertas alumunium foil ‎agar terlihat sebelum dijualnya Rp 5-10 ribu.

Selain terompet, mereka juga turut menjual topi kerucut sebagai atribut pelengkap saat tahun baru.

‎"Ini kita buat sendiri di kampung, sehari bisa buat 50-100 terompet. Yang lama itu kan bikin empetannya (bunyi terompet). Empetannya ini kita buat dari bambu," kata Mantra.

Menjadi perantau sampai tahun baru, Mantra dan puluhan pedagang terompet ‎dadakan lainnya pun tidur di trotoar.

Mereka tampak menggelar terpal dibelakang gerobak terompetnya. Sedangkan untuk mandi mereka menggunakan WC umum yang ada di dekat Pasar Glodok.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved