Breaking News:

Pemilu 2019

Pemilu 2019 Disebut Pesta Demokrasi 'Tergila' Sepanjang Republik Berdiri

Menurut Heru, pesta demokrasi akan digelar tahun depan merupakan pesta demokrasi terbesar sepanjang jaman.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kontestasi Pemilihan Presiden 2019 sangat menyita perhatian sepanjang 2018. 

Walaupun digelar bulan April 2019, namun rangkaian 'kehebohan' untuk memperebutkan kursi presiden dan wakil presiden di Indonesia menampilkan kontroversi.

Ketua Ikatan Keluarga Alumni Universitas Pertahanan (Ika Unhan) Heru Budi Wasesa mengatakan, apa yang ditampilkan menguras energi termasuk pada pemilihan anggota legislatif mendatang yang digelar bersamaan.

Menurut Heru, pesta demokrasi akan digelar tahun depan merupakan pesta demokrasi terbesar sepanjang jaman.

Dimana akan digelar serentak memilih Presiden/DPD/DPRRI I/II/se-Indonesia.

"Selain terbesar, pesta demokrasi ini bisa dibilang tergila sepanjang republik ini berdiri karena disaat bersamaan rakyat diharuskan memilih pasangan Presiden dan wakil rakyatnya. Tentu dengan penduduk 240 juta orang dimana sebagian besar adalah pemilih dengan tingkat berbagai lapisan sosial dan Pendidikan dan juga tersebar di seluruh pelosok nusantara,maka pemilu ini bukan hal yang mudah untuk mendapatkan kualitas hasil," kata Heru dalam keterangan pers yang diterima, Senin (31/12/2018).

BNPB Sebut Jumlah Bencana pada 2018 Turun 10,32 Persen

Menurutnya, masyarakat lapis bawah yang tersebar hingga pelosok negeri, belum memahami secara utuh pemilu 5 kotak ini.

"Apakah mereka mengerti apa dan siapa yang dipilihnya,bukan hanya presiden. Saya coba iseng iseng ke berbagai pelosok daerah,nyatanya mereka awam,mereka hanya tahu pemilu Presiden, mereka tidak kenal wakil calegnya diposisi mana letak yang harus ditusuk, hingga mayoritas dari mereka mengambil keputusan tusuk saja tanda gambar,selanjutnya terserah," katanya.

"Bahkan saya coba juga kepada lapisan yang sedikit lebih intelektual namun hasilnya sama,jawabnya membingungkan. Alih alih irit biaya pemerintah agendakan pemilu serentak,tanpa perhatikan kualitas yang penting irit," ujar Heru. 

Lebih lanjut Heru mengungkapkan, dari sisi kualitas, Pemilu dan Pilpres mendatang juga harus dipertanyakan.

Halaman
12
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved