Breaking News:

BNPB Prediksi 2.500 Bencana Akan Terjadi di Tahun 2019

BNPB bersama instansi dan lembaga terkait lainnya memprediksi, bahwa pada 2019 sebanyak lebih dari 2.500 bencana akan terjadi di Indonesia.

TribunJakarta/Nawir Arsyad Akbar
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, menyamapaikan informasi terkini terkait tsunami Selat Sunda, di Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Jumat (28/12/2018) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar

TRIBUNJAKARTA.COM, MATRAMAN - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama instansi dan lembaga terkait lainnya memprediksi, bahwa pada 2019 sebanyak lebih dari 2.500 bencana akan terjadi di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, saat menyampaikan data terkini penanganan tsunami Selat Sunda, di Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur.

"Diprediksi kejadian bencana pada 2019 lebih dari 2.500 kejadian bencana, yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia," ujar Sutopo, Senin (31/12/2018).

Pria kelahiran Boyolali tersebut menjelaskan, bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, atau puting beliung masih menjadi musibah yang paling banyak terjadi di Indonesia pada 2019.

"Diperkirakan lebih dari 95 persen adalah bencana hidrometeorologi. Banjir dan longsor masih akan banyak terjadi di daerah-daerah rawan banjir dan longsor," ujar Sutopo.

Sedangkan, untuk bencana geologi seperti gempa bumi diprediksi juga akan terus terjadi selama 2019. Dengan rata-rata gempa bumi akan terjadi sekira 500 kali dalam setiap bulan.

Sutopo menjelaskan, gempa bumi menjadi bencana yang tidak dapat diprediksi kekuatannya, waktu, dan lokasinya. Karena hingga saat ini, masih belum ditemukan alat yang dapat memprediksi gempa.

Namun berdasarkan hasil penelitian dari sejumlah kejadian gempa pada tahun ini oleh berbagai instansi dan lembaga, diprediksikan gempa terjadi di jalur subduksi laut dan jalur sesar di darat.

"Perlu diwaspadai gempa-gempa di Indonesia bagian timur yang kondisi seismitas dan geologinya lebih rumit, dan kerentanannya lebih tinggi," ujar Sutopo.

Sementara itu, Sutopo menjelaskan bahwa untuk tsunami itu tergantung dari kekuatan gempa bumi dan lokasinya.

"Jika kekuatan gempa bumi lebih dari 7 skala richter, berada di kedalaman kurang dari 20 kilometer, dan berada di jalur subduksi, maka berpotensi terjadi tsunami," ujar Sutopo.

Pemberkasan BKN Seleksi CPNS 2018 Diperpanjang, Simak Informasinya, Jangan Sampai Terlambat

Tak Hanya Endorse, Via Vallen Akui Sempat Gunakan Kosmetik Ilegal, Begini Ceritanya

Disebut Tak Munafik Lantaran Unggah Best Nine Instagram Ada Reino Barack, Begini Reaksi Luna Maya

2 Kali Gagal Menikah, Zaskia Gotik Enggan Terbuka Soal Asmara: Kalau Enggak Jadi Malu

Pamer Jepretan Bani Seventeen, Cindri: Seorang Istri Mengisi Setengah dari Agama Suaminya

Penulis: Nawir Arsyad Akbar
Editor: Ilusi Insiroh
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved