BNPB Prediksi 95 Persen Bencana Hidrometeorologi Terjadi Pada 2019
Sebanyak 95 persen bencana hidrometeorologi diprediksi terjadi di Indonesia pada 2019.
Penulis: Nawir Arsyad Akbar | Editor: Y Gustaman
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar
TRIBUNJAKARTA.COM, MATRAMAN - Sebanyak 95 persen bencana hidrometeorologi diprediksi terjadi di Indonesia pada 2019.
Prediksi tersebut disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.
"Diperkirakan lebih dari 95 persen adalah bencana hidrometeorologi. Banjir dan longsor masih akan banyak terjadi di daerah-daerah rawan banjir dan longsor," ujar Sutopo di Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Senin (31/12/2018).
Bencana hidrometeorologi adalah bencana alam yang terjadi sebagai dampak dari fenomena meteorologi seperti angin kencang hujan lebat, dan gelombang tinggi.
Sutopo menjelaskan rusaknya hutan, daerah aliran sungai (DAS), lahan kritis, membuat sebagian besar wilayah Indonesia rentan dilanda bencana hidrometeorologi.
"Memang kejadian bencana juga meningkat, terutama banjir, longsor, kekeringan, kebakaran hutan, cuaca ekstrem, itu memang meningkat karena terkait antropogenik atau ulah manusia," terang Sutopo.
Selain itu adanya penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu) 2019 yang dilakukan secara serentak, juga diprediksi dapat mempengaruhi penanggulangan bencana jika sewaktu-waktu terjadi.
"Penyelenggaraan pemilihan legislatif dan calon presiden pada 17 April 2019, akan berpengaruh dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. Sehingga perlu diantisipasi sejak dini," ujar Sutopo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/hujan-di-jakarta_20180126_101941.jpg)