Ada 3.500 Berkas Perceraian Sepanjang 2018 di Tangsel, Media Sosial Salah Satu Penyebab Cerai

Berkas tersebut diajukan ke Pengadilan Agama Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, untuk selanjutnya diproses.

TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Kepala Kanwil Kemenag Tangsel, Abdul Rojak, di Pesantren Al-Amanah Al-Gontori, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Senin (22/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Kepala Kantor Kemenag Tangsel, Abdul Rojak memaparkan, selama tahun 2018 ada 3.500 berkas permohonan perceraian.

Berkas tersebut diajukan ke Pengadilan Agama Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, untuk selanjutnya diproses.

Sedangkan, di tahun yang sama, Rojak mencatat ada 9 ribu berkas pernikahan.

"Jumlah perceraian menurut data pengadilan Agama Tigaraksa Kabupaten Tangerang adalah 3.500 kasus dan untuk jumlah pernikahan nya mencapai 9.000," terang Rojak melalui aplikasi pesan singkat, Selasa (1/1/2019).

Dari 3.500 permohonan percaraian, Rojak menyebut alasan yang paling banyak disampaikan pemohon adalah karena perselingkuhan.

Rojak juga menyebut penggunaan media sosial (medsos) menjadi salah satu alasan untuk bercerai.

"Penyebab perceraiannya karena medsos, perselingkuhan, ekonomi, ketidakcocokan, pertengkaran, kekerasan dan ketidakharmonisan," paparnya.

Ketika disinggung mengenai medsos tersebut, Rojak tidak memberikan penjelasan lebih lanjut, namun pria yang juga sekretaris MUI Tangsel itu memberikan nasihat agar menggunakan medsos dengan baik.

"Sarannya harus dibangun ketahanan keluarga yang kuat dengan ketaatan kepada ajaran agama Islam dan saling pengertian antar pasutri dan menjadi pengguna medsos yang sehat," imbaunya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erlina Fury Santika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved