Tsunami di Banten

BNPB: Masa Tanggap Darurat Wilayah Terdampak Tsunami Selat Sunda Diperpanjang

Tsunami Selat Sunda yang menerjang pesisir Banten dan Lampung mengakibatkan 437 orang meninggal dunia,

BNPB: Masa Tanggap Darurat Wilayah Terdampak Tsunami Selat Sunda Diperpanjang
TribunJakarta/Nawir Arsyad Akbar
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho di Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar

TRIBUNJAKARTA.COM, MATRAMAN - Masih berlangsungnya proses penanggulangan bencana di wilayah terdampak tsunami Selat Sunda, pemerintah setempat memperpanjang masa tanggap darurat.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, perpanjangan masa tanggap darurat diperpanjang berkisar 7 hingga 14 hari.

"Masa tanggap darurat telah ditetapkan. Pandeglang 14 hari, mulai 22 Desember sampai 4 Januari 2019, Lampung Selatan diperpanjang 7 hari atau sampai 5 Januari 2019. Wilayah Serang 14 hari atau pada 22 Desember sampai 4 Januari, Provinsi Banten 14 hari dari 27 Desember sampai 9 Januari 2019," ujar Sutopo, di Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur.

Pemerintah setempat memperpanjanh masa tanggap darurat di, agar dalam proses pemberian bantuan dan penanggulangan bencana diberikan kemudahan akses dalam memberi bantuan kepada korban.

"Adanya tanggap darurat, penanganan dapat cepat karena adanya kemudahan akses dalam administrasi, penggunaan anggaran, pengerahan personil, logistik, dan peralatan," ujar Sutopo.

Hingga kini, akibat tsunami Selat Sunda yang menerjang pesisir Banten dan Lampung mengakibatkan 437 orang meninggal dunia, dan 14.059 orang mengalami luka-luka.

Sutopo menjelaskan, bahwa Kabupaten Pandeglang menjadi wilayah yang paling banyak ditemukan korban jiwa, yaitu sebanyak 296 orang meninggal dunia dan 7.656 orang mengalami luka-luka.

"Jumlah korban kemungkinan akan terus bertambah, karena tim SAR gabungan masih menyisir daerah-daerah yang belum terjangkau. Penanganan terus dilakukan. Evakuasi korban masih berlangsung," ujar Sutopo.

Penulis: Nawir Arsyad Akbar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved