Didominasi Kasus Pembunuhan, 996 Kasus Diungkap Anggota Polresta Tangerang Sepanjang 2018

"Pada tahun 2018, jumlah kasus yang dapat terungkap naik dibanding tahun 2017 lalu," jelas Sabilul di Polresta Tangerang, Selasa (1/1/2019).

Didominasi Kasus Pembunuhan, 996 Kasus Diungkap Anggota Polresta Tangerang Sepanjang 2018
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Sabilul Alif saat membacakan ungkap kasus selama 2018 di Mapolresta Tangerang, Selasa (1/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TIGARAKSA - Sebanyak 996 kasus tindak pidana berhasil diungkap jajaran Polres Kota Tangerang dalam tahun 2018.

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Sabilul Alif mengatakan, pihaknya akan mempertanggungjawabkan kinerjanya selama satu tahun melalui berbagai pengungkapan di Satnarkoba, Satreskrim dan Polsek di Kabupaten Tangerang.

"Pada tahun 2018, jumlah kasus yang dapat terungkap naik dibanding tahun 2017 lalu," jelas Sabilul di Polresta Tangerang, Selasa (1/1/2019).

Sabilul melanjutkan, pada tahun 2018 sejumlah 996 kasus tindak pidana yang terungkap.

sedangkan, kata dia, untuk tahun sebelumnya hanya 559 kasus tindak pidana yang terungkqp.

"Ini menunjukan adanya peningkatan dalam kinerja kami setahun ini, bisa dikatakan meningkat hingga 42 persen," tukas Sabilul.

Sabilul melanjutkan, kasus menonjol yang terjadi di wilayah Kabupaten Tangerang yang ditangani oleh pihaknya sepanjang tahun 2018 ada pembunuhan.

Kasus pembunuhan ini, kata dia, seperti yang terjadi di Tangerang Selatan oleh seorang duda satu anak yang membunuh dua orang janda.

Baru Sadari Postingan Dylan Sahara 1,5 Tahun Lalu, Ifan Seventeen Balas Dengan Lirik Lagu Lady Gaga

Selanjutnya, yakni kasus uang palsu, dimana kasus tersebut terlacak oleh mesin pembaca sebanyak Rp 9 juta yang dilakukan oleh soerang pedofil.

"Ini kasus ada 47 orang korbannya. Dan pelakunya ini masih orang dekat atau orang yang di kenal," terang Sabilul.

Kasus berikutnya, pembobolan mesin ATM yang bermodu membawa mesin las sendiri dan dari situ di bobol lah mesin ATM.

Kasus menonjol lainnya adalah kasus polisi gadungan yang menyasad kepada wanita-wanita lajang.

"Barang bukti dari pembobolan mesi ATM sebanyak Rp 1,2 miliar, saya juga mengimbau kepada para wanita agar berhati-hati terhadap orang yang baru dikenal yang mengaku-ngaku sebagai polisi," kata Sabilul.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved