Pengurus dari 27 Klub dan 7 Pertandingan Aneh Dilaporkan ke Satgas Antimafia Bola

Upaya Satgas Antimafia Bola yang dibentuk oleh Mabes Polri dan Polda Metro Jaya terus bergerak untuk mengusut tuntas skandal pengaturan skor.

Vincentius Jyestha/Tribunnews.com
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo 

TRIBUNJAKARTA.COM - Upaya Satgas Antimafia Bola yang dibentuk oleh Mabes Polri dan Polda Metro Jaya terus bergerak untuk mengusut tuntas skandal pengaturan skor yang marak terjadi di sepak bola Indonesia. 

Yang terkini, kepolisian telah menerima banyak laporan dari masyarakat terkait dugaan skandal pengaturan skor.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengatakan, dari awal Satgas Anti Mafiabola dibentuk pada 20 hingga 30 Desember 2018, setidaknya telah masuk 229 laporan dumas (aduan masyarakat).

Dari seluruh laporan masyarakat yang masuk itu, turut mencatut nama pengurus dari 27 klub.

Jawaban Tegas Ezra Walian Usai Dikabarkan Ditaksir Persija Jakarta dan Persib Bandung

Kabar Persib Bandung: Target Miljan Radovic hingga Rumor Merapatnya Vizcarra dan 2 Pemain PSMS

Selain itu, ada wasit dan pemain yang juga dilaporkan karena dugaan pengaturan skor.

"Laporan wasit ada 6, laporan tentang pertandingan yang aneh ada 7 laporan dan laporan pemain yang aneh ada 3 laporan," ujar Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo saat dihubungi BolaSport.com, Senin (31/12/2018).

Meski demikian, lanjut Dedi, setelah dilakukan assesment dan analisa, tidak seluruh laporan yang masuk akan dijadikan informasi untuk kemudian ditindak lanjuti.

Sebab, dari 229 laporan itu, yang layak dijadikan bahan informasi, klarifikasi, konfirmasi, dan verifikasi ada 48 laporan.

"Data ini dari masyarakat, masyarakat laporkan ke Satgas. Untuk pemain yang aneh, pemain yang seharusnya menendang dan gol tetapi tidak gol, pemain yang gol bunuh diri, nah itu akan didalami," ujar Dedi.

Renan Silva Pilih Bertahan Bersama Persija Jakarta Jika Dipercayai Manajemen Tim

Rumor Si Brewok dari Brasil Bakal Berkostum Persib Bandung dan Kembalinya Gian Zola

Dedi berharap, segala informasi yang disampaikan masyarakat kepada Satgas Antimafia Pengaturan Skor berbasiskan data dan bukti.

"Kami selalu mengharapkan (laporan) berbasis data, jangan hanya katanya, infonya," tutur Dedi.

"Nanti satgas mengalami kesulitan menganalisa. Kalau berbasis data, itu dikembangkan oleh Satgas," katanya menambahkan.

Sampai saat ini, dalam kasus mafia sepak bola nasional, Satgas Antimafia Bola telah menjerat empat tersangka.

Mereka adalah Priyanto alias Mbah Pri, Anik Yuni Artikasari alias Tika, Tjan Lin Eng alias Johar, dan Dwi Irianto alias Mbah Putih.

Artikel ini telah tayang di Bolasport dengan judul Pengurus dari 27 Klub dan 7 Pertandingan Aneh Telah Dilaporkan ke Satgas Antimafia Bola.

Sumber: BolaSport.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved