Pilpres 2019

PSI Nilai Capres di Indonesia Tak Wajib Bisa Baca Alquran

Uki menganggap ritme permainan politik identitas yang diterapkan BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kini berbalik menyudutkan pasangan calon terseb

PSI Nilai Capres di Indonesia Tak Wajib Bisa Baca Alquran
Instagram
Dedek Prayudi 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedek Prayudi, menilai bahwa tes membaca Al-Quran tidak relevan dalam proses pemilihan Calon Presiden dan Wakil Presiden.

Politisi yang akrab disapa Uki ini menilai bahwa partainya sejak awal berpendirian bahwa ibadah adalah ranah personal, bukan untuk dipertontonkan sebagai alat dan syarat meraih suara.

"PSI tetap konsisten bahwa tes membaca kitab suci agama apapun tidak relevan karena itu tidak termaktub di dalam konstitusi kita. Capres diharapkan membaca dan paham ayat-ayat konstitusi bukan ayat-ayat suci. Sedangkan agama adalah ranah personal, jauh lebih mulia dari sekadar alat meraih suara," ujar Uki lewat keterangan resminya yang diterima, Selasa (1/1/2019).

Uki menganggap bahwa ritme permainan politik identitas yang diterapkan BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kini berbalik menyudutkan pasangan calon tersebut.

Ia menyindir beberapa pernyataan tim BPN yang bernuansa politisasi agama, di antaranya adalah yang diucapkan politisi senior, Amien Rais.

"Beliau menganalogikan pilpres ini dengan perang agama, yakni perang badar dan perang uhud. Apalagi kalau kita bicara soal Capres Cawapres pilihan Ijtima Ulama yang seolah mewakili pilihan agama tertentu," ujar Uki.

Namun Uki menjelaskan, jika Prabowo tidak bisa melakukan hal tersebut, capres nomor urut dua itu tidak perlu membatalkan pencalonannya sebagai capres.

"Di negara Pancasila ini tidak ada kewajiban calon presiden bisa baca ayat-ayat Al-Quran. Yang penting paham ayat-ayat konstitusi, punya visi, misi dan program kongkret untuk rakyat. Ini yang tidak dimiliki Pak Prabowo," ujar Uki.

 Jokowi dan Prabowo Diundang Tes Baca Alquran

Halaman
1234
Penulis: Nawir Arsyad Akbar
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved