Tahun Baru 2019

Saat Traktir Paspampres Sate di Malam Tahun Baru Jokowi Pilih Kenakan Sarung, Terungkap Filosofinya

Di momen malam tahun baru 2019, Presiden Jokowi mentraktir Pasukan Pengamanan Presiden (atau Paspampres) aneka sate.

Saat Traktir Paspampres Sate di Malam Tahun Baru Jokowi Pilih Kenakan Sarung, Terungkap Filosofinya
TRIBUNNEWS
Jokowi traktir Paspampres aneka hidangan khas malam tahun baru dalam jamuan santai. 

Kapten Teddy Indra Wijaya menyebut bahwa Jokowi menganggap malam tahun baru seperti hari-hari biasa.

Dan agenda traktiran seperti ini adalah hal yang memang biasa dilakukan oleh Jokowi.

Uji Kualitas Capres, Jokowi dan Prabowo Diundang Tes Baca Alquran

Mengapa Rizal Ramli dan Sudirman Said Dipecat Jokowi Meski Disebut Orang Baik? Mahfud MD Jawab Ini

"Kalau buat Bapak (Presiden) dan keluarga itu ya memang enggak merayakan tahun baru.

"Malam tahun baru ya biasa saja, seperti malam-malam lainnya.

"Seperti malam ini, kita semuanya di kediaman Bapak di Istana Bogor, ditraktir Bapak," ungkap Kapten Teddy Indra Wijaya.

Di momen pergantian tahun ini, Jokowi juga mengungkapkan harapannya untuk masa depan Indonesia.

Harapan tersebut di antaranya untuk selalu optimis, bergerak maju, dan rukun sesama masyarakat Indonesia.

TERNYATA ada sebuah filosofi kuat dibalik peristiwa Presiden Joko Widodo (Presiden Jokowi) mengenakan sarung saat menyambut tahun baru 2019.

Kain sarung yang dipilih Presiden Jokowi untuk menyambut tahun baru 2019 ternyata penuh makna filosofis.

Bupati Kabupaten Kampar, Jefry Noer, pernah mengungkapkan filosofi kain sarung tersebut.

Halaman
1234
Penulis: Rr Dewi Kartika H
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved