UPDATE Tim SAR Cari 41 Orang yang Tertimbun Longsor di Sukabumi

Berdasarkan informasi yang diterima TribunJakarta.com dari Human BNPB Sutopo Purwo Nugroho, tim SAR terus melakukan pencarian korban longsor.

UPDATE Tim SAR Cari 41 Orang yang Tertimbun Longsor di Sukabumi
twitter/@dero_hidayat
Longsor di Sukabumi 

Sedangkan, untuk bencana geologi seperti gempa bumi diprediksi juga akan terus terjadi selama 2019. Dengan rata-rata gempa bumi akan terjadi sekira 500 kali dalam setiap bulan.

Sutopo menjelaskan, gempa bumi menjadi bencana yang tidak dapat diprediksi kekuatannya, waktu, dan lokasinya. Karena hingga saat ini, masih belum ditemukan alat yang dapat memprediksi gempa.

Namun berdasarkan hasil penelitian dari sejumlah kejadian gempa pada tahun ini oleh berbagai instansi dan lembaga, diprediksikan gempa terjadi di jalur subduksi laut dan jalur sesar di darat.

"Perlu diwaspadai gempa-gempa di Indonesia bagian timur yang kondisi seismitas dan geologinya lebih rumit, dan kerentanannya lebih tinggi," ujar Sutopo.

Sementara itu, Sutopo menjelaskan bahwa untuk tsunami itu tergantung dari kekuatan gempa bumi dan lokasinya.

"Jika kekuatan gempa bumi lebih dari 7 skala richter, berada di kedalaman kurang dari 20 kilometer, dan berada di jalur subduksi, maka berpotensi terjadi tsunami," ujar Sutopo.

2018 adalah Tahun Bencana

 Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan bahwa 2018 disebut sebagai tahun bencana.

Sutopo menjelaskan, 2018 disebut sebagai tahun bencana karena jumlah korban jiwa dan kerugian yang dialami Indonesia merupakan yang tertinggi, sejak tahun 2007.

"Pada periode yang sama, yaitu 1 Januari hingga 30 Desember, jumlah kejadian bencana di tahun 2017 lebih banyak dari tahun 2018," ujar Sutopo di Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Senin (31/12/2018).

Halaman
1234
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved