Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Tolak Masuk 787 WNA selama 2018, China Mendominasi

787 Warga Negara Asing telah ditolak masuk oleh Imigrasi Bandara Soekarno Hatta selama 2018. Angka tersebut meningkat, sebelumnya hanya 586 orang.

Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Tolak Masuk 787 WNA selama 2018, China Mendominasi
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
ILUSTRASI - Dua warga Srilanka yang diamankan di Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta oleh Imigrasi Kelas I Khusus Bandara Soekarno-Hatta, Senin (10/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Sebanyak 787 Warga Negara Asing telah ditolak masuk oleh Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta selama 2018.

Berdasarkan data yang tercatat, jumlah di atas meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 586 orang.

Enang Syamsi, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno Hatta mengatakan, alasan penolakan beragam mulai dari masuk dalam daftar penangkalan, tidak memiliki visa RI, hingga masa berlaku paspor kurang dari enam bulan

"Lalu ada dokumen keimigrasian palsu, yang paling banyak adalah alasan karena tidak memiliki kejelasan tujuan datang ke Indonesia," kata Enang saat dikonfirmasi, Rabu (2/1/2019).

Menurutnya, China menjadi penyumbang angka penolakan yang masuk ke Indonesia berjumlah 116 orang.

Kemudian disusul negara Bangladesh yang berjumlah 104 orang dan peringkat ketiga terbanyak yakni, India sebanyak 82 orang.

Selama 2018, tercatat lebih dari 2,82 juta warga Negara asing masuk wilayah Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta.

"Angka ini naik dibandingkan tahun 2017 sebanyak lebih kurang 2,59 juta orang " sambung Enang.

Sedangkan, Warga Negara asing yang ditolak keluar dari Indonesia di 2018 sebanyak 2,80 juta orang dengan perbandingan tahun 2017 sebanyak 2,61 juta orang.

Menurut Enang, kenaikan jumlah penumpang tahun ini dipengaruhi berbagai macam faktor, terutama karena banyaknya penerbangan bertarif murah (Low Cost Carrier).

Alasan lainnya, kata Enang, yakni kebijakan Bebas Visa yang diterapkan.

"China menempatkan warga Negara sebagai yang terbanyak datang ke Indonesia dengan jumlah 385.955 orang disusul Malaysia 328.557 dan Jepang 256.949 orang," terang Enang.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Erlina Fury Santika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved