Kesaksian Korban Selamat Longsor di Sukabumi, Batu-batu Sebesar Rumah Menggelinding dari Bukit

Sebanyak 13 jenazah kembali ditemukan tim evakuasi gabungan, yang kembali melakukan pencarian di lokasi longsor Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

Dokumentasi BNPB
Kondisi longsor di Sukabumi, Selasa (1/1/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Sebanyak 13 jenazah kembali ditemukan tim evakuasi gabungan, yang kembali melakukan pencarian di lokasi longsor Kampung Cigarehong, Dusun Cimapag, Desa Sirnasari, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Selasa (1/1/2019).

Jenazah terakhir ditemukan, Selasa petang, setelah tim menerjunkan peralatan berat.

Penemuan ke-13 jenazah ini membuat total korban yang tewas menjadi 16 orang. Hingga pencarian dihentikan, Selasa sore, 19 korban masih belum ditemukan. Rencananya pencarian akan kembali dilanjutkan, Rabu pagi ini.

Longsor menerjang Kampung Cigarehong, Senin (31/12/2019), menjelang magrib. Hujan deras baru saja mengguyur Garehong.

Sebanyak 30 rumah, yang dihuni 101 warga, terkubur. Sebagian yang sempat tertimbun berhasil diselamatkan.

Namun, cuaca buruk, kurangnya peralatan dan minimnya penerangan serta ancaman longsor susulan membuat puluhan lainnya tak berhasil segera ditemukan.

Kata Polisi dan Keluarga Soal Letak Senpi Bripka Matheos, Diduga Berada di Kiri Jasad

Hasil Liga Inggris - Taklukan Cardiff City, Tottenham Hotspur untuk Sementara Salip Manchester City

Longsor di Sukabumi
Longsor di Sukabumi (Dokumentasi BNPB)

Suherman (31), salah seorang korban selamat, mengatakan longsor terjadi saat ia dan keluarganya sedang menonton acara di televisi.

"Istri saya sempat mendengar seperti ada suara gemuruh dari atas bukit, tapi kami tak menduga itu suara tanah longsor. Saya bahkan sempat bilang pada istri saya bahwa itu mungkin suara motor," kata Suherman, Senin (1/1/2019).

Meski menduga itu hanya suara motor, kata Suherman, tak urung ia pun keluar untuk mengecek. Saat itulah ia lihat naterial tanah seperti bergulung-gulung meluncur dari bukit dan sudah mengubur rumah tetangga yang lokasinya berada di atas rumah Suherman.

Dalam keadaan panik, Suherman pun berteriak-teriak sambil memburu anak-istrinya untuk menyelamatkan mereka.

Halaman
123
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved