Kisah Pandi Selamat dari Longsor Sukabumi, Terkubur Selama 40 Menit dan Istri Tewas Tertimbun Tanah

Pandi (30) masih mengingat bencana longsor di Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Pandi (30) dan putrinya, Sindi (8) berhasil selamat dari longsor di Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. 

TRIBUNJAKARTA.COM, CISOLOK - Pandi (30) masih mengingat bencana longsor di Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

Ia selamat dari bencana tersebut meski rumahnya kini telah hancur dan rata dengan tanah.

Pandi pun harus tinggal di rumah anggota keluarganya yang lain

Saat mendapat kabar ada longsor, Pandi mengaku sedang berdua bersama istrinya, Iyam (27) di rumah.

Saat itu, kata Pandi, ia dan istri langsung panik mendengar suara gemuruh serta melihat dari kejauhan ada longsoran yang tengah bergerak.

Saat hendak pergi lari menyelamatkan diri, Pandi mengaku membiarkan istri lari lebih dulu karena ia berencana mencari putrinya, Sindi (8) yang baru berangkat mengaji.

"Saya suruh istri nyelametin diri, saya mau cari anak dulu, tapi saya keburu ketimpa (longsor)," kata Pandi saat ditemui TribunnewsBogor.com di rumah keluarganya, Rabu (2/1/2018).

Ia mengatakan bahwa saat itu rumahnya ketimpa tanah longsor, namun dirinya malah tergulung bilik bambu rumah.

Tandi mengaku terkubur cukup lama, hingga ia merasa tak kuat bernapas.

"Lumpur sudah di atas, cuman saya kegulung bilik. Saya kekubur sekitar 40 menitan, kalau lebih saya kayaknya gak ketolong soalnya saya udah gak bisa napas," kata Pandi.

Halaman
12
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved