Proses Evakuasi Mencekam

Longsor di Cisolok Sukabumi: Proses Evakuasi Mencekam hingga Penjelasan PVMBG Soal Penyebab

Longsor susulan mewarnai proses evakuasi para korban yang tertimbun tanah longsong di Kampung Cigarehong.

Dokumentasi BNPB
Longsor di Sukabumi 

TRIBUNJAKARTA.COM - Longsor susulan mewarnai proses evakuasi para korban yang tertimbun tanah longsong di Kampung Cigarehong.

Ini membuat suasanya menjadi sangat mencekam. Di tengah guyuran hujan deras, tim evakuasi dan warga berulang kali berlarian menyelamatkan diri saat material tanah dan baru kembali meluncur dari dari bukit.

Masyarakat yang tinggal di lereng bukit juga sempat terlihat panik dan berhamburan saat longsor susulan terjadi. Berulang kali proses evakuasi dihentikan karena longsor-longsor susulan ini.

Enam jenazah bahkan terpaksa masih dibiarkan di lokasi hingga pencarian dihentikan, Selasa sore.

"Longsor-longsor susulan, meski kecil, masih sangat mungkin terjadi. Kondisi tanah yang rapuh, terurai, dan berlumpur akibat hujan, juga semakin membuat tim SAR gabungan kesulitan untuk mencari warga yang masih dinyatakan hilang," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho.

Ia juga meminta masyarakat yang tak berkepentingan untuk menjauhi lokasi bencana. Selain membahayakan diri mereka sendiri, kerumunan warga yang hanya ingin menonton proses evakuasi membuat akses jalan menuju lokasi yang sudah sempit dengan medan curam menjadi sulit dilalui.

Cerita Atta Halilintar saat Tidur di Karpet hingga Buka Lapangan Pekerjaan: 2018 Tahun Terbaik Aku!

Rayakan Tahun Baru Bareng Ammar Zoni, Irish Bella Rela Hujan-hujanan dan Singgung Soal Hidup Indah

Longsor di Sukabumi
Longsor di Sukabumi (twitter/@dero_hidayat)

"Itu akan menghambat logistik, personel SAR, dan ambulans tiba di lokasi," ujar Sutopo.

Kepala Seksi Operasional Basarnas Jakarta, Made Oka, mengatakan kondisi cuaca juga menjadi kendala dalam proses pencarian dan evakuasi korban.

"Cuaca di sini cepat berubah. Hujan kadang cepat sekali datang tapi cepat pula berhenti," kata Oka.

Olla mengatakan sudah memasang alat pengaman peringatan cuaca di sekitar lokasi.

Halaman
123
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved