Breaking News:

Beredar Audio Imbauan Tsunami Susulan Usai Muncul Retakan Gunung Anak Krakatau, BMKG: Hoaks!

"Ternyata masih banyak sobat yang belum mengetahui bahwa info diatas adalah HOAX meskipun sudah diklarifikasi oleh BMKG Lampung," tulis BMKG.

Editor: Erlina Fury Santika
intisari
ilustrasi hoax 

TRIBUNJAKARTA.COM - BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya disebut mengimbau masyarakat waspada adanya tsunami susulan setelah temukan retakan baru di Gunung Anak Krakatau (GAK).

Akun Instagram @infobmkg mengklarifikasi bahwa hal tersebut adalah HOAKS. 

Ini isi lengkap klarifikasi dalam akun instagram @infobmkg : 

Ternyata masih banyak sobat yang belum mengetahui bahwa info diatas adalah HOAX meskipun sudah diklarifikasi oleh BMKG lampung, jadi mimin kasih penjelasan lagi yah.

Yang harus diketahui, BMKG tidak pernah memberikan pernyataan tersebut. Kemudian dihimbau kepada masyarakat jika mendapat broadcast terkait audio tersebut untuk tidak menyebarluaskannya dan langsung saja dihapus agar tidak kembali membuat resah masyarakat dikemudian hari.

Sekali lagi mimin informasikan bahwa hingga saat ini gempa bumi belum bisa diprediksi secara valid, jadi jika sobat mendapatkan edaran informasi terkait prediksi gempa dengan ciri-ciri MENYEBUTKAN WAKTU KEJADIAN SECARA DETAIL HINGGA JAM, MENIT, DETIK lalu disertai BESAR KEKUATAN GEMPA dipastikan itu adalah berita bohong alias HOAX. Terutama terkait aktivitas gunung api pantau informasi resmi dari PVMBG dan Badan Geologi BMKG melalui aplikasi MAGMA Indonesia . Serta ikuti terus perkembangan berita cuaca, gempabumi, iklim dan lain-lain melalui aplikasi InfoBMKG.

Stay safe, Selalu waspada dan tetap tenang

infobmkg
instagram.com/infobmkg

Sebelumnya, menurut Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, retakan muncul setelah Gunung Anak Krakatau mengalami penyusutan.

Gunung Anak Krakatau yang sebelumnya setinggi 338 meter di atas permukaan laut (mdpl) menyusut menjadi 110 mdpl.

Mengutip dari Kompas.com, informasi tersebut disampaikan Dwikorita di Posko Terpadu Tsunami Selat Sunda, Labuan, Kabupaten Pandeglang, Selasa (1/1/2019).

"Pantauan terbaru kami lewat udara, gunung sudah landai, asap mengepul dari bawah air laut."

"Tapi di badan gunung yang tersisa di permukaan, ada celah yang mengepul terus mengeluarkan asap, celah itu pastinya dalam, bukan celah biasa," kata Dwikorita, mengutip sumber yang sama.

Dwikorita menyebutkan terjadi retakan baru dalam satu garis lurus di satu sisi badan Gunung Anak Krakatau yang diduga akibat getaran tinggi saat terjadi erupsi.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved