Kisah Cahyo, Penjual Soto Mie Saksi Hidup Kerusuhan Mei 98: 5 Kali Ditangkap Tentara Dikira Penjarah

Mengenang masa-masa ketika dirinya bekerja di kantoran, tiba-tiba Cahyo teringat pada tragedi kerusuhan Mei 1998 silam.

Kisah Cahyo, Penjual Soto Mie Saksi Hidup Kerusuhan Mei 98: 5 Kali Ditangkap Tentara Dikira Penjarah
TribunJakarta/Dwi Putra Kesuma
Cahyo (50) penjual soto mie yang menjadi saksi hidup peristiwa kelam kerusuhan Mei 1998 dijumpai di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (3/1/2018). 

Sedang asik bekerja, Cahyo menuturkan dirinya terkejut ketika mendengar banyak suara ledakan, dan pembakaran yang dilakukan massa di jalan raya.

Tanpa pikir panjang, ia pun segera merapikan semua peralatannya dan bergegas mencari angkutan umum pulang ke rumahnya di kawasan Cililitan, Jakarta Timur.

Nahas, angkutan umum yang hendak ia naiki pun menjadi sasaran amuk massa, sehingga dirinya kehabisan akal agar bisa pulang ke rumahnya.

"Saya pas mau naik, itu busnya dilemparin batu, sampai akhirnya dibakar depan mata saya sendiri," imbuh Cahyo.

Buntutnya, ia pun harus berjalan kaki selama delapan jam dari kantornya menuju rumahnya di Cililitan.

Sepanjang perjalanan pulang, Cahyo pun menyaksikan sendiri ketika terjadi penjarahan oleh massa di sepanjang jalur yang ia lewati.

Bahkan, ia juga sempat ditangkap lima oleh pihak Tentara karena dikira menjadi bagian dari massa yang melakukan penjarahan tersebut.

Antisipasi Penjarahan di Permukiman yang Ditinggalkan Warga, Brimob Patroli Pagi Hingga Malam

Keluarga Korban Peringati 20 Tahun Kerusuhan Mei 98 di TPU Pondok Ranggon

"Lima kali saya ditangkap tentara, saya dikira penjarah juga. Akhirnya saya keluarin kartu identitas saya kan tenaga kontrak di Bank Indonesia, terus saya dibolehin pulang. Kata tentaranya disuruh hati-hati jangan ikutan massa," ujar Cahyo.

Kini, semua peristiwa tersebut telah menjadi kenangan yang tak terlupakan selama hidup Cahyo.

Bahkan, ia pun sampai membuat sebuah album foto yang berisi potongan-potongan pemberitaan dari berbagai media cetak, mengenai kerusuhan Mei 1998.

"Saya sampai buat album mas, kliping foto gitu isinya pemberitaan di koran semua mengenai kerusuhan Mei 1998, nanti saya cari di rumah deh mas kalau masih ada," kata Cahyo pada TribunJakarta.com

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved