KPU Minta Polisi Usut Penyebar Hoaks Truk Pembawa Surat Suara Tercoblos

Arief Budiman meminta polisi mengusut siapa dalang dibalik penyebaran berita bohong soal adanya tujuh truk pembawa surat suara tercoblos

Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Ketua KPU Aried Budiman di Kantor Bea dan Cukai Tipe A, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (3/1/2018) dini hari. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Arief Budiman meminta polisi mengusut siapa dalang dibalik penyebaran berita bohong soal adanya tujuh truk pembawa surat suara tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok.

Arief meminta polisi untuk melacak serta menangkap orang yang menyebarkan rekaman suara yang berisi soal berita bohong tersebut.

"Supaya polisi melacak, mencari, siapa yang menyebarkan dan membuat rekaman suara ini. Termasuk siapa yang menulis dan ada capture yang membuat berita bohong ini," kata Arief di Kantor Bea dan Cukai Tipe A 1, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (3/1/2018) dini hari.

Arief mengatakan info tersebut sampai ke pihaknya sehabis magrib tadi. Namun, kabar di media sosial sudah mulai gencar sejak sore tadi.

Arief menuturkan, usai mendapat kabar tersebut, KPU dan Bawaslu langsung berkoordinasi dengan pihak Cyber Crime Mabes Polri untuk mengusut penyebar berita bohong ini.

"Kita sudah laporkan ke Cyber Crime Mabes Polri, sudah berkoordinasi," kata Arief.

KPU Pastikan Truk Pembawa Surat Suara Tercoblos Adalah Hoaks

KPU dan Bawaslu Datangi Kantor Bea Cukai Kroscek Kontainer yang Angkut Surat Suara Tercoblos

Arief pun mengatakan penyebar berita ini adalah orang-orang yang hendak mengganggu penyelenggaraan pemilu.

"Orang-orang jahat yang mengganggu dan medelegitimasi penyelenggaran Pemilu harus ditangkap, kami akan lawan itu. Pelakunya segera ditangkap," kata Arief.

Sebelumnya, beredar kabar bahwa ada tujuh unit truk membawa surat suara yang sudah tercoblos.

Dari kabar yang beredar di media sosial, ada rekaman suara dari seseorang yang belum diketahui identitasnya menyampaikan terkait truk tersebut.

Ada akun Facebook bernama Hermansyah yang menyebarkan pesan bertuliskan "Di Tanjung Priok ada 7 kontainer berisi 80 juta surat suara yang sudah dicoblos. Hayu padi merapat. Pasti dari Tiongkok tuh".

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved