Pemilu 2019

Hoaks Surat Suara Tercoblos Disebar ke Medsos Langkah Gegabah

Heru mengatakan, oknum yang menyebarkan pertama kali harusnya mengecek dulu kebenaran informasi tersebut.

Hoaks Surat Suara Tercoblos Disebar ke Medsos Langkah Gegabah
Tribunnews/Jeprima
Foto Ilustrasi Petugas KPU saat menunjukkan contoh surat suara pemilu 2019 di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Senin (10/12/2018). Pemilu 2019 akan berbeda dari pemilu-pemilu sebelumnya. Hal itu karena pemilihan legislatif digelar serentak dengan pemilihan presiden. Maka itu pemilih akan menentang lima kertas suara termasuk mencoblos anggota DPR, DPRD, hingga presiden dan wakil presiden. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Presidium Gerakan Regenerasi Nasional (GRN) Heru Budi Wasesa menyayangkan hoaks temuan surat suara yang sudah tercoblos. 

Heru mengatakan, oknum yang menyebarkan pertama kali harusnya mengecek dulu kebenaran informasi tersebut.

Bukan malah melempar isu ke media sosial.

Menurutnya, kubu petahana tidak merasa perlu meminta ke KPU karena kabar tersebut terbukti bohong.

"Langkah cepat atau gegabah, karena tidak didahulu oleh cek dan ricek, dengan melabungkan isu yg belum tentu benar ke publik bukannya melapor langsung ke penyelenggara, justru menciptakan desas desus tak berdasar dikalangan masyarakat," kata Heru kepada wartawan, Jumat (4/1/2019).

Heru menambahkan, desas desus tentang kontainer berisi surat suara yang tidak berdasar, bagaikan bola liar justru bisa saja diduga ada maksud tertentu.

Heru menegaskan petahana adalah peserta pemilu yang penyelenggaranya adalah KPU dan diawasi oleh Bawaslu serta  masyarakat independen dan dilindungi oleh Undang-Undang tentang netralitasnya yang didukung oleh aparat TNI-Polri yang netral.

"Kalau masih tidak percaya dengan penyelengara pemilu ya tidak usah ikut Pemilu. Mestinya kami semua  berhati hati dalam berucap dan bersikap, teliti sebelum bertidak karena kita punya tanggung jawab konsekuensi. Agar semua peserta pemilu dan masyarakat bersatu melawan hoaks," katanya.

"Karena fitnah adalah tuduhan dan ucapan tanpa bukti dan fakta. Siapapun petahana sekalipun jika berusaha mengagalkan Pemilu dengan cara cara yang tidak benar harus dilawan tidak pandang bulu. Kedamaian dan ketentraman milik kita semua," kata Heru.

Sebelumnya Wasekjen Demokrat Andi Arief dalam akun Twitternya menuliskan bahwa ada kabar 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok.

Namun Twitt Andi Arief yang diposting pada Rabu malam pukul 20.00 WIB itu kemudian sudah tidak tampak pada linimasa akun twitternya itu.

Jajaran KPU dan Bawasalu kemudian mengecek mengenai informasi tersebut ke Tanjung Priok.

Setelah dicek Ketua KPU mematikan bahwa kabar surat suara yang telah dicoblos itu hoaks alias kabar palsu.

Twitt Andi Arief itu pun berbuntut panjang. Relawan TKN Jokowi-Maruf melaporkan tiga orang yang diduga menyebarkan kabar palsu itu ke Bareskrim Polri.

Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved