Tsunami di Banten

Perjuangan Ade Jigo Terseret Tsunami, Lemas, Dengar Suara Orang Ceramah dan Merasa Tak di Dunia

Perjuangan Ade Jigo saat terseret tsunami di Banten, sempat merasakan lemas, mendengar suara orang ceramah dan merasa tak di dunia.

Perjuangan Ade Jigo Terseret Tsunami, Lemas, Dengar Suara Orang Ceramah dan Merasa Tak di Dunia
Instagram @adejigo
Ade Jigo 

TRIBUNJAKARTA.COM - Komedian Ade Jigo mengungkapkan pengalamannya ketika turut menjadi korban tsunami di Banten yang terjadi pada Sabtu (22/12/2018) malam.

Ade Jigo mengungkapkan perjuangannya agar bisa selamat selama terseret musibah tsunami tersebut.

Hal tersebut dikatakannya saat menjadi narasumber di acara Hitam Putih Trans 7 yang dilansir TribunJakarta.com pada Jumat (4/1/2019).

Di awal perbincangan, Ade Jigo menjelaskan posisi pantai Tanjung Lesung dan backstage itu tidak ada pembatas.

"Kondisi terakhir yaudah ambruk dan panggung itu tingginya 8 meter tetapi air sampai ke tengah panggung," kata Ade Jigo.

Ade Jigo mengaku sempat berlari untuk menghindari terjangan tsunami namun baru saja lari 5 langkah ia bersama anaknya sudah terseret arus.

"Gue udah enggak tau dimana dan macam-macam yang gue sentuh. Seperti besi, tembok sampai terakhir gue terdampar di satu ruangan ada tali melintas di depan gue, tali itu kencang. Gue pegang itu untuk mengambil nafas anak," ucap Ade Jigo.

Viral Video Kecelakaan Maut Truk Hantam Sejumlah Pemotor di Vietnam, 4 Orang Dikabarkan Tewas

Chikita Meidy Pamer Kemewahan di Maladewa, Hotman Paris Sampai Pukul Meja dan Emosi Katakan Ini

Cecilia Ungkap Takut Lihat Indonesia 2019, Begini Hukum Percayai Anak Indigo Kata Ustadz Abdul Somad

Ade Jigo menyatakan, ia berada di air tsunami tersebut sekitar lima menit dan melihat berbagai besi dan tembok bergerak di air tersebut yang menandakan terjangan tsunami memang kencang.

Kala terseret tsunami, Ade Jigo mengaku sempat lemas dan tak kuat namun karena ia mengingat ada anak, ia pun kembali berjuang untuk selamatkan diri.

"Sampai akhirnya kita di satu ruangan yang tak terlalu besar. Tapi anak gue enggak menangis dan enggak kesakitan. Lalu, gue melihat banyak kepala yang menghadap ke depan, sedikit banget cahaya. Seperti mendengarkan adanya ceramah karena tidak adanya orang kesakitan ataupun teriak minta tolong," papar Ade Jigo.

Aden tengah memotong terpal dari warungnya yang berada di bibir Pantai Carita dan hancur diterjang tsunami Selat Sunda, Jumat (28/12/2018).
Aden tengah memotong terpal dari warungnya yang berada di bibir Pantai Carita dan hancur diterjang tsunami Selat Sunda, Jumat (28/12/2018). (TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA)
Halaman
1234
Penulis: Kurniawati Hasjanah
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved