20 Persen Warga Tangerang Selatan Menikah Dini, Alasan Takut Zinah dan MBA

Kepala kantor Kementerian Agama Tangsel, Abdul Rojak, mengungkapkan, jumlah pernikahan dini tersebut mencapai sekira 20 persen pada tahun 2018.

KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBEL
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno ikut hadir saat sejumlah pasangan pengantin mengikuti nikah massal di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (31/12/2017). Nikah massal yang diadakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini diikuti sebanyak 437 pasangan pengantin dari berbagai usia. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Data mengenai pernikahan di Tangerang Selatan (Tangsel) mengungkapkan bahwa warga Tangsel masih banyak yang memilih untuk menikah di usia dini.

Kepala kantor Kementerian Agama Tangsel, Abdul Rojak, mengungkapkan, jumlah pernikahan dini tersebut mencapai sekira 20 persen pada tahun 2018.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, jumlah berkas pengajuan pernikahan di Tangsel selama kurun 2018 sebanyak 9.000 berkas.

Jika dihitung 20 persennya, maka didapat sekitar 1.800 pernikahan.

"Pernikahan usia dini enggak terlalu banyak, masih di bawah 20 persen," kata Rojak saat dihubungi, Minggu (6/1/2019).

Manfaatkan dan Olah Sampah, Sudin LH Jakarta Barat buat TPS Berkonsep 3R

Usia dini yang dimaksud Rojak adalah usia sekolah menengah atas (SMA), sekira 16 - 19 tahun.

"Di bawah 19 tahun," terangnya.

Rojak mengatakan, ada dua alasan mengapa terjadi pernikahan dini, yang pertama karena orang tuanya takut terjadi perzinahan.

Alasan yang ke dua, karena married by accident (MBA) atau si perempuan sudah hamil duluan di luar nikah.

"Rata-rata karena terjadi accident, yang ke dua karena dikhawatirkan perzinahan akhirnya orang tuanya minta dinikahkan," ujarnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved