Kota Bekasi Baru Miliki 20 Persen Bank Sampah di Tingkat RW

Pemerintah Kota Bekasi terus berupaya meningkatkan jumlah bank sampah yang tersedia di tingkat rukun warga (RW).

TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Bank sampah yang terletak di Jalan Anggur 2 RT 011 RW 06 Kelurahan Cipete Selatan, Senin (12/2/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Pemerintah Kota Bekasi terus berupaya meningkatkan jumlah bank sampah yang tersedia di tingkat rukun warga (RW).

Pasalnya, baru 20 persen yang memiliki bank sampah dari 1.030 RW di Kota Bekasi.

Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi Ferdinan mengatakan pemkot menargetkan peningkatan keberadaan bank sampah di tingkat RW menjadi 70 persen.

"Saat ini baru ada 220 bank sampah di tingkat RW, artinya itu baru 20 persen dari total RW di Kota Bekasi yang mencapai 1.030 RW, tahun 2019 ini kita target bisa ada peningkatan minimal 50 persen lagi sehingga jadi 70 persen," kata Ferdinan saat dikonfirmasi, Minggu, (6/1/2019).

Dari 220 bank sampah di tingkat RW, Pemkot Bekasi sejauh ini dapat mereduksi sampah anorganik sebanyak 60 ton per hari.

Keberadaan bank sampah di tiap RW bertujuan untuk menekan sampah anorganik, diperkirakan dalam satu hari rata-rata warga satu RW memproduksi 450 kilogram sampah anorganik.

"Kita ingin mengurangi sampah dari sumbernya (rumah tangga), makanya idealnya itu satu RW memiliki satu bank sampah dengan demikian sampah-sampah anorganik yang notabene adalah sampah ekonomis tidak ikut terangkut ke TPS (tempat pembuangan sampah)," jelas dia.

Selanjutnya, pemkot akan lebih gencar mengkampanyekan serta mensosialisasikan pemanfaatan bank sampah di tiap-tiap RW.

15 Persen Bank Sampah Tak Aktif, Wali Kota Jakarta Barat: Kita akan Cek Satu per Satu Penyebabnya

15 Persen dari Total Bank Sampah di Jakarta Barat Tidak Aktif, Ini Penyebabnya

Masing-masing RW dengan perangkat RT-nya akan menjadi agen untum mengedukasi masyarakatnya.

"Satu minggu sekali nanti ditimbang, nah warga yang setiap hari nyetor sampah akan dicatat, jika dalam sehari dapat mengumpulkan sampah seberat 1,5 kilogram lalu dihitung bisa dapat Rp 1000 atau Rp 2 ribu lalu dikali per bulan disitukan ada nilai ekonomis," jelas dia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved