Tsunami di Banten

Pascatsunami Selat Sunda, BMKG Himbau Warga Waspada di Radius 500 Meter dari Tepi Pantai

Penerapan zona waspada tersebut, diambil dengan mempertimbangkan perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau.

Pascatsunami Selat Sunda, BMKG Himbau Warga Waspada di Radius 500 Meter dari Tepi Pantai
Awak Susi Air via Instagram @natgeoindonesia
Erupsi Rakata, Gunung Anak Krakatau pada Minggu (23/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) masih menerapkan zona waspada tsunami, yaitu di dalam radius 500 meter dari tepi pantai.

Penerapan zona waspada tersebut, diambil dengan mempertimbangkan perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Masyarakat diminta tetap tenang dan waspada, dalam beraktivitas di pantai/pesisir Selat Sunda, dalam radius 500 meter dari tepi pantai yang berada pada elevasi rendah," ujar Deputi Bidang Geofisika BMKG Muhamad Sadly dalam keterangan resmi yang diterima, Minggu (6/1/2019).

Sadly juga mengatakan, bahwa pihaknya bersama Badan Geologi, TNI, dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman masih terus memantau Gunung Anak Krakatau dan potensi kebencanaannya.

Masyarakat diminta tidak terpancing informasi atau isu yang menyesatkan.

Persija Jakarta Trial Sejumlah Pemain Lokal Gantikan Posisi Pemain yang Hilang

"Mohon terus memonitor perkembangan informasi terkait kewaspadaan bahaya tsunami, melalui website, aplikasi mobile dan media sosial InfoBMKG, serta memonitor perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui aplikasi MAGMA INDONESIA Badan Geologi-ESDM, agar tidak terpancing dengan informasi atau isu yang menyesatkan," ujar Sadly.

Sebelumnya, tsunami melanda pantai di sekitar Selat Sunda, Sabtu (22/12/2018) malam. Tsunami tersebut dipicu oleh longsoran bawah laut dan erupsi Gunung Anak Krakatau.

Akibat tsunami Selat Sunda yang menerjang pesisir Banten dan Lampung mengakibatkan 437 orang meninggal dunia, dan 14.059 orang mengalami luka-luka.

Penulis: Nawir Arsyad Akbar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved