Lurah Cipinang Melayu Ingin Sulap RTH Seluas 3,5 Hektar Jadi Kawasan Terpadu

RTH tersebut terletak di Jalan Swadaya 7, Komplek Perumahan Angkatan Darat (KPAD), RT 11/06, Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur.

TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI
Taman Kupu-Kupu yang berada di Jalan Swadaya 7, Komplek Perumahan Angkatan Darat (KPAD), RT 11/06, Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur, Sabtu (5/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Kelurahan Cipinang Melayu memiliki Ruang Terbuka Hijau (RTH) seluas 3,5 hektar yang saat ini sebagian besar belum dimanfaatkan.

RTH tersebut terletak di Jalan Swadaya 7, Komplek Perumahan Angkatan Darat (KPAD), RT 11/06, Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur.

Lurah Cipinang Melayu Syahrul Munir mengatakan, lahan seluas 3,5 hektar tersebut baru sebagian diambil alih oleh Pemprov DKI Jakarta.

"Lahan itu luasnya 3,5 hektar dan saat ini baru sebagian yang beli oleh Dinas Kehutanan DKI Jakarta," ucapnya saat dikonfirmasi awak media, Senin (7/1/2010).

"Masih ada 2,5 hektar yang belum dibayar," tambahnya.

Lahan yang telah dibeli oleh Dinas Kehutanan DKI Jakarta tersebut, sebagian kecil telah dimanfaatkan untuk membuat Taman Kupu-Kupu.

Sedangkan, lahan seluas 2,5 hektar yang belum diambil alih oleh pihak Pemprov DKI Jakarta masih dimanfaatkan sebagai lahan perkebunan oleh warga.

Beragam tumbuhan, mulai dari labu, kacang panjang, dan jagung tumbuh di lahan tersebut.

"Saya imbau warga untuk ditanamkan urban farming. Jadi kami manfaatkan untuk urban farming," ujarnya.

Anies Baswedan Penuhi Panggilan Bawaslu RI

Dandim Depok Dukung Intruksi Wali Kota Soal Pelaporan Aktivitas LGBT

Selain itu, RTH tersebut juga banyak dimanfaatkan warga sebagai tempat berkemah, seperti yang dilakukan saat malam pergantian tahun kemarin.

Ia berharap, setelah seluruh lahan tersebut diambil alih oleh pihak Pemprov DKI Jakarta, nantinya wilayah tersebut dapat dijadikan kawasan terpadu.

"Jadi nanti ketika dibeli lahannya, mungkin bisa dijadikan komplek terpadu. Ada perkemahan, urban farming, taman herbal, dan taman kupu-kupu," kata Syahrul.

Tak hanya itu, ia pun telah menyiapkan sejumlah program edukasi bertajuk 'Sekolah Pemuda Cipinang Melayu' bagi siswa SD sampai SMA mengenai cara bercocok tanam.

"Programnya sedang kami sosialisasikan, nantinya para pelajar bisa camping di sana sambil mengenal alam dan cara bercocok tanam," ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved