Polisi Buru 20 Orang Diduga Oknum Ormas yang Aniaya Santri di Tangerang

Polres Kota Tangerang telah mengantongi identitas 20 terduga pelaku pengeroyokan terhadap satu santri di Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

Polisi Buru 20 Orang Diduga Oknum Ormas yang Aniaya Santri di Tangerang
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi pengeroyokan (Tribunnews) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR KEMIS - Polres Kota Tangerang telah mengantongi identitas 20 terduga pelaku pengeroyokan terhadap satu santri di Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

Kasat Reskrim Polresta Tangerang, AKP Gogo Galesung mengatakan pengeroyokan tersebut dilakukan oleh 20 oknum diduga anggota sebuah organisasi masyarakat.

"Identitas terduga pelaku sudah teridentifikasi. Mereka sebagian besar diduga merupakan okum Ormas tertentu. Saat ini mereka sekarang sedang kita lacak keberadaannya," ujar Gogo saat dikonfirmasi, Senin (7/1/2019).

Gogo menyampaikan, pengeroyokan tergadal Rifai santri berumur 19 tahun itu diduga karena masalah salah paham di media sosial pada jumat (04/01/2019) lalu.

"Pelaku tidak terima, kemudian pada Jumat malam (04/01/2019) mendatangi korban menggunakan dua mobil dan dua motor. Serta membawa senjata tajam para pelaku memukuli korban secara bergantian dan mengintimidasi korban" terang Gogo.

Namun Gogo meyakinkan kondisi korban kini sudah membaik hanya meninggalkan bekas lebam dan beberapa luka.

"Kami juga menyayangkan tindakan main hakim sendiri seperti ini. Seharusnya, jika terjadi suatu kejadian langsung laporkan ke polisi agar ditangani secara profesional" tukas dia.

Sebelumnya, terjadi pengeroyokan di Pondok Pesantren Al-Wardayani Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang kepada Ahmad Rifai (19).

Habib Bahar Bin Smith Tulis Surat Buat Santri Pesantren Taju Alawiyyin, Apa Pesannya?

Santri di Pesantren Habib Bahar bin Smith:  Ibarat Ada Orang Meninggal, Kami Sedang Berduka

Hal itu dipicu karena hal sepele yakni para pelaku sakit hati dengan komentar korban tentang ceramah KH Kurtubi di media sosial dan memutuskan untuk melakukan pengeroyokan.

Hasil dari pengeroyokan tersebut, korban menderita luka memar di mata kiri, dagu, dan leher terasa sakit.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved