Bendungan Pintu Air 10 Tangerang Rusak, Volume Air Sungai Cisadane Surut

Dirinya mengatakan, menyusutnya debit air disebabkan karena adanya karet pelapis pintu air yang terkikis akibat hantaman arus air sungai.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Keadaan Sungai Cisadane yang mulai mengering sejak rusaknya pintu di Bendungan Air Pintu 10 Tangerang, Selasa (8/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, BANTEN - Volume aliran sungai Cisadane di Bendungan Pintu Air 10 mendadak turun dari batas aman karena adanya kebocoran di beberapa pintu air di bendungan tersebut.

Petugas Bendungan Ciburian pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Banten, Naman mengatakan, adanya kebocoran di Pintu Air 10.

Dirinya mengatakan, menyusutnya debit air disebabkan karena adanya karet pelapis pintu air yang terkikis akibat hantaman arus air sungai.

Terlebih, kata dia, saat ini sedang ada perbaikan berjangka pada beberapa pintu.

"Ketahuannya sejak dua hari lalu. Kita sudah mulai melakukan perbaikan sejak 2015 pasca insiden jebolnya pintu air tersebut. Setiap tahun ada dua pintu yang akan diganti. Rencananya lima tahun kedepan penggantian daun pintu akan rampung pengerjaannya," ujar Naman di lokasi, Selasa (8/1/2019).

Ia melanjutkan, akibat perbaikan tersebut tidak berpengaruh terhadap debit air Sungai Cisadane.

Sungai Cisadane surut, menurut Naman, karena faktor penentu debit air bendungan tersebut tergantung pasokan air dari Bogor.

Jadi menurutnya, jika di Bogor hujan maka debit air Cisadane akan naik juga.

"Ketinggian air masih aman. Kami tidak dapat memprediksi kapan akan selesai pengerjaannya karena pengerjaan multy years," kata Naman.

Banyak Pemilik Hewan Manfaatkan Vaksinasi Gratis dari Sudin KPKP

Disaat yang bersamaan, Direktur PDAM TB Sumarya bersama Asisten Menejer Humas dan Pengaduan Ichsan Sodikin turun langsung meninjau proses pengerjaan.

Kata Sumarya, mereka khawatir akan berpengaruh terhadap bahan baku air bersih di Kota Tangerang.

"Dampak kebocoran tersebut berpotensi membuat persediaan air baku untuk produksi air bersih PDAM Tirta Benteng terancam," kata Sumarya.

Diterangkan Sumarya, tinggi volume air i Sungai Cisadane dari rata-rata 12 meter kini tinggal 3,6 meter.

Akibat kebocoran tersebut membuat permukaan bibir sungai tampak terlihat, pintu air yang rusak pun hanya diganjal menggunakan batang pohon mangga dan pelepah daun kelapa.

Sumarya melanjutkan kebocoran tersebut tidak berpengaruh terhadap pendiatribusian dan produksi air baku PDAM Tirta Benteng.

"Pendistribusian air masih normal," katanya.

Sebagai informasi, pintu ke-6 bendungan tersebut sempat jebol pada 2015 yang mengakibatkan aliran Sungai Cisadane mengering.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved