Dampak Lautan Sampah di Kali Pisang Batu, Warga Takut Terjangkit Penyakit

Selain itu, air kali yang sudab tercemar limbah akibat endapan sampah juga sudah berunah warna menjadi hitam pekat, bau tidak sedap juga mulai tercium

Dampak Lautan Sampah di Kali Pisang Batu, Warga Takut Terjangkit Penyakit
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Warga bataran Kali Pisang Batu di Kecamatan Tarumajaya Bekasi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, TARUMAJAYA - Warga bataran Kali Pisang Batu Kecamatan Tarumajaya mulai terdampak kondisi kali yang penuh dengan sampah.

Terlebih, ketika air kali meluap hingga membanjir pemukiman warga.

Samin (40) warga RT02, RW04, Desa Setia Mulya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi mengatakan, kondisi kali dekat tempat tinggalnya sudat memprihatinkan.

Terlebih ketika musim hujan tiba.

Banjir kerap melanda pemukiman warga lantaran air tidak mengalir akibat tersumbat sampah.

"Gimana mau ngalir, airnya kan tersumbat sampah, fungsi kalinya udah gak bagus, musim ujan gini kita juga takut kalau airnya meluap, dulu pernah meluap sampai ke rumah warga," kata Samin, Selasa (8/1/2019).

Tiga Hari Sampah di Kali Pisang Batu Diangkat dengan 150 Truk, Jumlahnya Diprediksi Sekitar 300 Ton

Selain itu, air kali yang sudab tercemar limbah akibat endapan sampah juga sudah berunah warna menjadi hitam pekat, bau tidak sedap juga mulai tercium.

Warga khawatir jika air meluap dan membajiri pemukiman warga justru akan menimbulkan penyakit.

"Air hitam, bau, pasti banyak penyakit, kita takut jugakan kalau sampe banjir ke rumah warga," jelas dia.

Selain itu, dampak yang sudah terlihat akibat sampah di Kali Pisang Batu yakni air sumur di sepanjang pemukiman warga mulai menghitam. Bahkan, air juga tercium bau tidak sedap sehingga tidak layak digunakan.

Warga lain yang tinggal di bantaran kali bernama Tika (35) mengatakan, air mulai berubah warna menjadi hitam pekat serta menimbulkan bau tidak sedap mulai terjadi sejak satu bulan belakangan.

Pindahkan Sampah Kali Pisang Batu, Kememko Bidang Kemaritiman Ingin Bentuk Satgas

"Semenjak sampah mulai banyak aja, air kali kan jadi warna hitam, nah air sumur juga ikut berubah warna jadi hitam kaya air kali," jelas dia.

Warga bantaran kali tidak bisa menggunakan air tersebut, bahkan untuk mandipun warga harus mencapurnya dengan air bersih yang dibeli melalui air PAM.

"Kalau buat mandi harus diendapin dulu biar agar bersih, tapi kalau bau mah tetep bau, makanya kita kalau mandi pasti bilas lagi pakai bersih, beli air bersihnya," katanya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved