Sampah Kali Pisang Batu Dimanfaatkan untuk Urugan Lahan

Kepala Desa Setia Asih Siti Qomariah mengatakan, di daerahnya terdapat lahan kosong milik Pemerintah Desa yang rencananya akan dijadikan lahan umum.

Sampah Kali Pisang Batu Dimanfaatkan untuk Urugan Lahan
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Kepala Desa Setia Asih Siti Qomariah saat meninjau langsung Kali Pisang Batu, Selasa (8/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, TARUMAJAYA - Sampah yang menumpuk di Kali Pisang Batu, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi mulai diangkut sejak Sabtu, 5 Januari 2019 kemarin.

Sampai saat ini proses pengangkutan masih berlangsung dan sampah yang telah diangkut diperkirakan telah mencapai 300 ton.

Sampah sebanyak itu rupanya tidak dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng milik Pemkab Bekasi, ratusan ton sampah itu dimanfaatkan untuk mengurug lahan di daerah Desa Setia Asih, Kecamatan Tarumajaya.

Kepala Desa Setia Asih Siti Qomariah mengatakan, di daerahnya terdapat lahan kosong milik Pemerintah Desa yang rencananya akan dijadikan lahan fasilitas umum.

Untuk itu, pihaknya mencoba memfasilitasi pembuangan sampah hasil pengangkutan di Kali Pisang Batu untuk mengurug lahan tersebut.

Siswi SMK Diduga Dibunuh Setelah Diintai Berkali-kali, Korban Asal Cianjur dan Dikenal Rajin

“Setia Asih adalah bagian dari Tarumajaya. Jadi ini kita gunakan saja untuk lahan urug dan nanti akan ditutup oleh tanah merah. Nantinya sebagian akan dipakai untuk membangun pasar rakyat,” kata Siti saat dijumpai usai menunjau langsung ke Kali Pisang Batu, Selasa, (8/1/2019).

Dia memastikan, porses pelimpahan sampah itu tidak akan membuat wilayahnya menjadi kumuh.

Sebab, setelah lahan telah cukup untuk pengurugan, ia tidak menerima lagi sampah dari Kali Pisang Batu di buang di sana.

“Tentu yang kita terima hanya untuk lahan urug. Saya juga tidak mau asal menampung karena pasti akan jadi kumuh. Makanya kita lihat dulu berapa yang ketampung," katanya.

Adapun lahan yang disiapkan untuk menampung sampah itu tidak lebih dari satu hektar.

Mengingat volume sampah di Kali Pisang Batu yang sangat besar tidak mungkin hanya memanfaatkan lahan seluas itu.

Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Dodi Agus Suprianto memastikan, pengangkutan sampah di Kali Pisang Batu akan terus dilakukan hingga selesai.

Pihaknya mengerakan 16 truk sampah, dua alat berat, serta lebih dari 60 petugas kebersihan.

"Kami usahakan sampai itu tuntas, kita usahakan sampai sampah mulai berkurang, semaksimal mungkin," kata Dodi.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved