Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Kabupaten Tangerang Terus Meningkat

Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Indonesia menyebutkan kekerasan terhadap anak kecil di Kabupaten Tangerang terus melejit.

Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Kabupaten Tangerang Terus Meningkat
Istimewa/dokumentasi Polresta Tangerang.
Ketua Komnas Anak Indonesia, Arist Merdeka Sirait saat Seminar Anak Berkebutuhan Khusus di Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Rabu (9/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TIGARAKSA - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Indonesia menyebutkan kekerasan terhadap anak kecil di Kabupaten Tangerang terus melejit.

Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait mengatakan, rata-rata korban kekerasan anak di Kabupaten Tangerang berumuh di bawah 14 tahun.

Ia meneruskan, beberapa kasus yang sempat menyedot perhatian publik, di antaranya kasus sodomi yang dilakukan WS (49) di Rajeg, Kabupaten Tangerang.

WS berhasil ditangkap pada sebelumnya melakukan sodomi kepada 41 anak pada awal tahun 2018.

Kasus kekerasan terhadap anak lainnya yang terkini yaitu kasus rudapaksa kepada santri yang dilakukan oleh seorang pimpinan pondok pesantren di Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang.

"Di Tangerang, kasus kekerasan terhadap anak itu meningkat, bukan hanya dilakukan perorangan tapi dilakukan berkelompok. Korban berkisar umur 14 tahun," jelas Arist usai Seminar Anak Berkebutuhan Khusus di Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Rabu (9/1/2019).

Berangkat dari situ, Komnas Anak sangat mengapresiasi Polresta Tangerang karena berhasil mengungkap kasus-kasus kekerasan terhadap anak.

Dalam kesempatan itu, lanjutnya Arist, pihaknya memberikan penghargaan kepada Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Sabilul Alif.

"Penghargaan ini diberikan karena Kapolres sudah menyelesaikan kasus Babeh, kasus pemerkosaan, kegiatan yang sifatnya memberikan akses pendidikan terhadap anak," tutur Arist.

Polisi Janji Usut Tuntas Kasus Kekerasan Anak di Jatinegara

Sekretaris Kota Jaksel: Hampir Setiap Hari Ada Berita Kekerasan Anak di Media

Dari penghargaan tersebut, Arist berharap penyelidikan kasus kekerasan terhadap anak semakin meningkat dan berhasil diungkap.

"Harapannya agar para penyidik lebih semangat dan serius untuk mengamati kasus kekerasan terhadap anak," harapnya.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved