Kepala Dinas Kesehatan Tangsel Sebut 3 Rumah Sakit Berhenti Layani Pasien BPJS Karena Rekredensial

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Tangsel, Deden Deni, menjelaskan, tiga rumah sakit yang dikabarkan berhenti melayani pasien BPJS

Kepala Dinas Kesehatan Tangsel Sebut 3 Rumah Sakit Berhenti Layani Pasien BPJS Karena Rekredensial
TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Rumah Sakit Vitalaya, Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (8/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Tangerang Selatan (Tangsel), Deden Deni, menjelaskan, tiga rumah sakit yang dikabarkan berhenti melayani pasien BPJS, karena sedang dalam rekredensial.

Rekredensial merupakan semacam evaluasi terhadap sertifikasi yang sudah diberikan hal kelayakan rumah sakit tersebut untuk melayani pasien BPJS.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketiga rumah sakit itu adalah rumah sakit Vitalaya, Bunda Dalima dan Aria Sentra Medika.

"Sebelum MoU dengan BPJS, BPJS rekredensial dulu, harus ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, izin operasional, SDM jumlah minimalnya, izin operasional, izin SIP, perawat dan dokter," jelas Deden saat dihubungi awak media, Rabu (9/1/2019).

Namun jika hasil rekredensial itu sudah selesai dan dinyatakan layak, rumah sakit tersebut akan kembali melayani pasien BPJS.

Pantauan TribunJakarta.com, Rabu (9/1/2019), rumah sakit Vitalaya sudah kembali membuka pelayanan untuk pasien BPJS.

Kabar tentang pemberhentian pelayanan terhadap pengguna BPJS sempat membuat geger warga.

Terlebih Tangsel belum lama mendapat predikat Universal Health Coverage (UHC), dengan 99% mengover biaya BPJS bagi warganya.

Predikat UHC seharusnya membuat pemerintah kota (Pemkot) memperbanyak rumah sakit swasta yang bekerja sama dengan BPJS.

2 RSUD di DKI Jakarta yang Sempat Berhenti, Kembali Layani Pasien BPJS Kesehatan

Rumah Sakit di Depok Pastikan Tetap Layani Pasien BPJS Kesehatan

Lowongan CPNS Tak Terisi, Pemkot Tangerang Selatan Tak Punya Analis Sumber Daya Air

Hal itu akan mengurai pasien yang banyak menumpuk di RSU Tangsel.

Deden mengatakan pihaknya akan terus berupaya maksimal agar semakin banyak rumah sakit yang mau bekerja sama dengan BPJS.

"Pada akhirnya kan harus semuanya BPJS, pada akhirnya semuanya harus bekerja sama, nanti di-mapping dulu. Kan dari 29 rumah sakit, 13 yang sudah MoU sama BPJS. Kita dorong semaksimal mungkin supaya semua rumah sakit bekerja sama dengan BPJS," jelasnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved