Komisi III DPR: Dalang Teror Bom Pimpinan KPK Berupaya Membuat Warga Resah Jelang Pemilu

Sahroni berharap teror terhadap pimpinan KPK yang belum diketahui motifnya ini tak lantas menyurutkan semangat komisi antirasuah perangi korupsi.

Komisi III DPR: Dalang Teror Bom Pimpinan KPK Berupaya Membuat Warga Resah Jelang Pemilu
Ist/Tribunnews.com
Rumah Wakil Ketua KPK Laode Muhamad Syarif di Jalan Kalibata Jakarta Selatan ditemukan botol berisi berisi spritus dan sumbu api 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta semua pihak tak menduga-duga pelaku yang atas bertanggungjawab atas peristiwa teror bom di kediaman pimpinan KPK Agus Rahardjo dan Laode Syarief.

"Kami tentunya mengutuk keras teror bom yang diarahkan kepada pimpinan lembaga negara. Saya meminta Polri bergerak cepat dalam pengusutan kasus ini. Saya yakin Polri dengan kemampuannya di bidang pemberantasan terorisme akan mampu mengungkap kasus ini," kata Sahroni saat dikonfirmnasi, Rabu (9/1/2018).

“Sebaliknya saya berpesan kepada semua pihak untuk tak saling menuding siapa aktor di balik kejadian teror bom di rumah pimpinan KPK. Kita tunggu pengungkapan dilakukan oleh Polri yang tentunya sudah membentuk tim mengusut teror bom ini,” lanjutnya.

Menyikapi peristiwa teror bom yang terjadi di tahun ini, Sahroni menilai ada upaya membuat kekacauan di dalam negeri jelang pelaksanaan Pemilu serentak yang pelaksanaannya hanya menyisakan beberapa bulan lagi.

Menurutnya pelaku sengaja membidik sasaran tokoh penting, dalam hal ini pimpinan KPK karena disinyalir akan menarik perhatian dengan harapan membuat masyarakat panik dan tidak aman.

Dirinya juga meminta berbagai pihak tak lantas mengaitkan teror bom ini dengan rangkain kejadian lainnya, seperti peristiwa memilukan yang menimpa penyidik KPK Novel Baswedan.

Polisi Periksa 6 Saksi Kasus Teror Bom Molotov di Rumah Wakil Ketua KPK Laode M Syarif

"Ini peristiwa yang saya nilai sengaja menargetkan tokoh penting dengan tujuan membuat keresahan jelang Pemilu serentak. Pemerintah, dalam hal ini melalui Polri harus membuktikan diri kesiapan menangani berbagai ancaman teror yang berpotensi mengganggu keberlangsungan Pemilu serentak. Masyarakat juga kita harapkan tak serta merta menjadi panik atas peristiwa ini," kata Sahroni.

Dalam kesempatan yang sama politikus Partai NasDem asal Jakarta Utara ini mengapresiasi sikap KPK yang menyerahkan sepenuhnya penuntasan kasus teror bom tersebut.

Sahroni berharap teror terhadap pimpinan KPK yang belum diketahui motifnya ini tak lantas menyurutkan semangat komisi antirasuah perangi korupsi di Indonesia.

Peristiwa ini juga disebutkan Sahroni menjadi gambaran pentingnya pengamanan melekat baik terhadap pribadi maupun kediaman pimpinan lembaga negara.

“Ke depan, pengamanan terhadap pimpinan lembaga harus lebih baik," kata Sahroni.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, hasil rekaman CCTV menggambarkan dua pelaku pelempar bom molotov di kediaman Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, di Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan mengendarai motor dan menggunakan helm full face.

Rumah Pimpinan KPK di Teror, Kapolres Tangsel Tingkatkan Kewaspadaan di Kediaman Alexander Marwata

Polisi dipastikan Argo tengah menganalisis rekaman CCTV tersebut untuk memperoleh petunjuk siapa pelakunya.

Teror bom di rumah Laode diketahui sekitar pukul 05.30 WIB. Di lokasi terpisah, rumah Ketua KPK Agus Rahardjo di Bekasi juga diteror benda diduga bom oleh orang tidak dikenal. 

Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved