Vonis Lebih Rendah dari Tuntutan Jaksa, Terdakwa Keimigrasian Asal Nigeria Belum Tentukan Sikap

Chibuzor Bartholomew Mbaenyi (50), terdakwa perkara pidana keimigrasian divonis selama 7 bulan penjara dan Rp 100 juta subsider satu bulan penjara.

Vonis Lebih Rendah dari Tuntutan Jaksa, Terdakwa Keimigrasian Asal Nigeria Belum Tentukan Sikap
ISTIMEWA
Ilustrasi: Sejumlah WNA yang berhasil diamankan oleh petugas gabungan dari Imigrasi Jakarta Timur, BNN, Kecamatan Jatinegara, TNI, dan Polri, Selasa (8/5/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Chibuzor Bartholomew Mbaenyi (50), terdakwa perkara pidana keimigrasian divonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Depok selama tujuh bulan penjara dan Rp 100 juta subsider satu bulan penjara.

Majelis Hakim PN Depok yang diketuai Sobandi dengan anggota Nanang Herjunanto dan Sri Rejeki Marsinta menyatakan pria kelahiran Ozara, Nigeria itu bersalah karena masuk Indonesia tanpa visa dan paspor yang berlaku.

"Telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar pasal 119 Ayat (1) UU Nomor 06 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Menjatuhkan pidana penjara selama tujuh bulan penjara dan pidana denda sebesar Rp 100 juta subsider satu bulan kurungan," kata Sobandi di PN Depok, Rabu (9/1/2019).

Mendengar vonis yang dijatuhkan, Chibuzor yang sempat marah dalam sidang tuntutan sebelumnya belum menentukan sikap apakah menerima, pikir-pikir, atau mengajukan banding.

Terdakwa yang sedari awal persidangan tak didampingi penerjemah dan pengacara itu hanya diam sampai akhirnya dibawa ke ruang sel tahanan PN Depok.

Meski vonis yang dijatuhkan lebih rendah satu bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut umum Umum (JPU) Kejari Depok Putri Dwi Astriani dan Roji Juliantono, Chibuzor belum menentukan sikap.

"JPU dan terdakwa memiliki tiga pilihan, menerima vonis, pikir-pikir, atau mengajukan banding atas vonis yang dijatuhkan. Diberi waktu selama tujuh hari untuk menentukan sikap," ujar Sobandi.

Seperti Chibuzor, Putri dan Roji juga belum menentukan sikap atas vonis terhadap terdakwa selama yang mereka tuntut dihukum 8 bulan penjara.

10 Negara Berisiko Tertimpa Bencana Kemanusiaan pada 2019, 230 Ribu Warga Nigeria Cari Perlindungan

Pakai Paspor Palsu, 6 Warga Negara Nigeria Dipulangkan Paksa di Bandara Soekarno-Hatta

Sebagai informasi, Chibuzor sempat kalap dalam sidang tuntutan yang berlangsung pada Kamis (6/12/2018) lalu karena dinyatakan bersalah dan harus dipenjara.

Chibuzor yakin hukuman yang lebih tepat dijatuhkan kepadanya adalah deportasi, bukan hukuman penjara seperti dijatuhkan Sobandi.

"Salah saya apa, kenapa saya dipenjara?Apa salah saya, harusnya saya enggak dipenjara, harusnya saya hanya dideportasi," lantang Chibuzor, Kamis (6/12/2018).

Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved