Jelang Bebas 24 Januari 2019, Ini Kilas Balik Ahok: Pidato Pulau Seribu hingga Mendekam di Rutan

Berikut adalah kilas balik perjalanan kasus penodaan agama yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang akan bebas pada 24 Januari 2019.

WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok melambaikan tangan saat tiba di rumah tahanan LP Cipinang, Jakarta, Selasa (9/5/2017) 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Basuki Tjahaja Purnama Mantan Gubernur DKI Jakarta yang kini masih mendekam di penjara dijadwalkan bebas pada 24 Januari 2019.

Ia telah mendekam di penjara selama hampir 2 tahun, setelah divonis bersalah pada 9 Mei 2017.

Berbagai kabar tetap menyelimuti Ahok ketika di masih menjalani masa tahanan.

Berikut adalah kilas balik perjalanan kasus penodaan agama yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, seperti dikutip Tribunjogja.com dari berbagai sumber:

1. Bermula dari Pidatonya di Kepulauan Seribu

Suasana kubu pelapor dalam gelar perkara kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama di Ruang Rapat Utama, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (15/11/2016).
Suasana kubu pelapor dalam gelar perkara kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama di Ruang Rapat Utama, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (15/11/2016). (Tribunnews.com)

Ahok mungkin tak pernah membayangkan jika pidatonya di hadapan warga di Kepulauan Seribu pada 30 September 2016, akan menyeretnya ke penjara.

Saat itu, ia mengutip Alquran Surat Al Maidah ayat 51 untuk menggambarkan isu SARA, yang sering digunakan lawan politiknya saat Pilkada.

Pada saat kejadian, tidak ada warga yang protes dengan hal tersebut.

Namun tak disangka, pidato Ahok itu justru viral di media sosial dan menjadi bola api panas.

Habib Novel Chaidir Hasan melaporkan Ahok ke polisi dengan tuduhan penghinaan agama.

Halaman
1234
Editor: Erlina Fury Santika
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved