Presiden Jokowi Ingatkan Bantuan PKH Tidak Digunakan Buat Beli Rokok

Presiden Jokowi mengingatkan kepada para KPM tidak menggunakan uang bantuan Progranm Keluarga Harapan (PKH) untuk membeli rokok.

Presiden Jokowi Ingatkan Bantuan PKH Tidak Digunakan Buat Beli Rokok
TribunJakarta.com/Nawir Arsyad Akbar
Presiden Jokowi membuka peluncuran penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) 2019, di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (10/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengingatkan kepada para keluarga penerima manfaat (KPM) tidak menggunakan uang bantuan Progran Keluarga Harapan (PKH) untuk membeli rokok.

Jokowi menyampaikan hal tersebut dihadapan ribuan para penerima manfaat, saat membuka peluncuran penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) 2019, di GOR Ciracas, Jakarta Timur.

"Uang-uang ini harus produktif, beli telur boleh, beli ikan boleh, beli seragam anak boleh. Itu untuk anak-anak, bapaknya minya rokok boleh tidak? Hati-hati, tidak boleh untuk beli rokok, meskipun itu suami," ujar Jokowi, Kamis (10/1/2019).

"Kasih tahu, uang PKH ini untk anak-anak kita, untuk pendidikan, untuk tambahan gizi. Kalau untuk beli rokok cari sendiri. Tapi dikasih tahu, kalau bisa jangan merokok," lanjutnya.

Jokowi menambahkan bahwa dana PKH tahun 2019 akan ditingkatkan hampir 100 persen, sebagai salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi kemiskinan di Indonesia.

"Tahun ini melompat tinggi sekali, menjadi Rp 34,4 triliun. Sekarang juga ditambah menjadi jumlah penerima bertambah menjadi 10 juta penerima," ujar Jokowi.

Pemerintah sendiri telah menetapkan indeks bantuan sosial, yaitu bantuan Tetap PKH Reguler Rp 550.000/Keluarga/Tahun, bantuan tetap PKH Akses Rp 1.000.000/Keluarga/Tahun (KPM yang tinggal di daerah sulit dan terpencil).

Selain itu, KPM yang memiliki Ibu hamil, mempunyai anak balita, tinggal dengan bersama lansia dan disabilitas Rp 2.400.000/jiwa/Tahun.

Juga KPM yang memiliki anak usia sekolah SD Rp 900.000/Jiwa/Tahun, SMP Rp. 1.500.000/ Jiwa/Tahun dan SMA Rp. 2.000.000/Jiwa/Tahun.

Presiden Jokowi Buka Penyaluran Bantuan Sosial PKH di Ciracas

Novel Baswedan Minta Presiden Jokowi Desak Polri untuk Ungkap Kasus Teror Terhadap Komisioner KPK

Setiap KPM PKH akan diberikan bantuan maksimal untuk 4 orang berdasarkan komponen kondisionalitas, dengan jumlah penerima tetap 10 juta KPM.

"Uang-uang ini harus produktif, beli telur boleh, beli ikan boleh, beli seragam anak boleh. Itu untuk anak-anak, bapaknya minya rokok boleh tidak? Hati-hati, tidak boleh untuk beli rokok, meskipun itu suami," ujar Jokowi.

Penulis: Nawir Arsyad Akbar
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved