Breaking News:

Tak Bisa Berobat, Orangtua Bayi Rayyan Tagih Janji Wali dan Wakil Kota Depok Bantu Pengobatan

Oklavia tak hanya harus membeli kantong kolostomi, susu penambah berat badan, dan biaya kontrol dan ongkos jalan, tapi juga membeli busi anus

Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta/Bima Putra
Wali Kota Depok M. Idris Abdul Shomad saat ditemui di Balaikota Depok, Senin (19/11/2018) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, BEJI - Oklavia Supriatin (39) menagih janji Wali Kota Depok M. Idris Abdul Shomad dan Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna membantu biaya rawat jalan anaknya, Rayyan Haryo Ardianto yang lahir tanpa anus.

Pasalnya meski sudah memiliki anus, bayi malang yang belum berusia satu tahun itu kembali harus BAB lewat kolostomi atau saluran pembuangan sementara di perutnya.

Kini, Oklavia tak hanya harus membeli kantong kolostomi, susu penambah berat badan, dan biaya kontrol dan ongkos jalan, tapi juga membeli busi anus.

"Sekarang saya harus beli busi anus karena dari BPJS itu enggak bisa gratis. Harganya mahal, Rp 290 ribu. Karena pak Wali dan Wakil pernah janji mau bantu Rayyan saya harap mereka penuhi janji mereka," kata Oklavia saat dihubungi di Beji, Depok, Kamis (10/1/2019).

Dari penjelasan tim dokter RSPAD Gatot Soebroto yang sedari awal operasi menangani Rayyan, Oklavia menyebut busi anus berfungsi untuk memastikan agar lubang anus yang dibuat pada November 2018 lalu tak kembali rapat.

Mahalnya harga susu penambah berat badan yang ukuran besar yang mencapai Rp 360 ribu dan hanya mampu bertahan satu pekan memberatkan beban ekonomi keluarga.

Padahal dokter RSPAD Gatot Soebroto untuk sementara melarang Rayyan mengkonsumsi susu laktogen yang harganya lebih murah karena pertimbangan kualitas.

"Harga susu penambah berat badan kan mahal, sedangkan dokter bilang susunya jangan diganti dulu. Nah saya enggak ada duit kalau harus beli semuanya sekaligus," ujarnya.

Perihal busi anus, Oklavia menyebut benda tersebut harus digunakan setiap hari, yakni di pagi dan sore hari dengan cara mencolok ke lubang anus secara perlahan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved