Breaking News:

Orangtua Rayyan Anggap Pemkot Depok Tak Layak Terima Penghargaan KLA dari Kementerian PPPA

Ibu empat anak itu kian bingung saat tahu bukan hanya dirinya yang kesulitan memenuhi biaya pengobatan Rayyan.

Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Oklavia Supriatin (39) saat menunjukkan kantong kolostomi dari plastik tahu yang dia buat sendiri, Beji, Depok, Kamis (10/1/2019). 

Bekas Kepala Humas GPI, Tita Kania menyatakan RS GPI sudah memberi penjelasan ke Dinkes Kota Depok atas masalah ini, namun hasil penjelasan tersebut bersifat rahasia.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Dinkes. Adapun mengenai informasi medis mohon maaf tidak dapat kami sampaikan karena sifatnya rahasia," jelas Tita yang saat itu masih menjabat Kepala Humas GPI, (10/9/2018).

TribunJakarta.com mencatat Idris melontarkan janjinya di Kantor Kecamatan Beji saat menghadiri lomba Kecamatan layak anak.

Usai Terima Teror, Agus Rahardjo Berencana Persenjatai Petugas KPK

Sekjen PSSI Ratu Tisha Kembali Dipanggil Satgas Antimafia Bola

Dikejar Warga Jepang, Nagita Slavina Rupanya Dimintai Tanda Tangan dan Dapat Pujian

"Nah kalau itu nanti akan kita selidiki. "Iya, nanti akan kita selidiki," singkat Idris di Kantor Kecamatan Beji, Depok, Senin (1/10/2018).

Sementara Pradi pernah meminta alamat rumah Oklavia dan menyatakan akan membantu biaya rawat jalan pun tak kunjung menyambangi kediaman Oklavia.

"Terima kasih infonya, saya teruskan ke Dinas terkait. Saya masih di tanah suci. Alamatnya dimana mas?" ucap Pradi, Rabu (29/8/2018).

Pertengahan Desember lalu Pradi yang merupakan warga Kecamatan Beji seperti Oklavia kembali menyatakan bakal membantu Rayyan.

"Pastinya kita enggak akan tinggal diam kalau memang melanggar hukum, saya janji itu," kata Pradi saat ditemui di Kantor DPRD Kota Depok, Senin (17/12/2018).

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved