Pemilu 2019

Pasang Spanduk Larangan Kampanye di Tempat Ibadah, Langkah 3 Pilar di Jakarta Barat Diapresiasi

Sahroni mengapresiasi kerukunan dan kesolidan yang ditunjukkan para pengurus tempat ibadah di Jakarta.

TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Tokoh FKUB bersama TNI Polri memasang spanduk menolak adanya kampanye, hoaks, SARA dan radikalisme di tempat ibadah. 

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi sebelumnya memaparkan, tempat ibadah yang dipasangi spanduk larangan berkampanye terdiri atas 860 masjid, 237 gereja, dan 85 wihara.

Dirinya mengungakpkan, pemasangan 1.000 spanduk selain diharapkan bisa menjaga kerukunan beragama menjelang Pemilu 2019, sekaligus untuk mengingatkan masyarakat untuk tidak terlibat dalam penyebaran berita bohong (hoax), SARA, dan radikalisme.

Hengki mengingatkan, agar peristiwa pembunuhan di Madura yang dilatarbelakangi perbedaan pilihan politik tak terulang pada Pemilu serentak mendatang.

“Sudah ada aturannya dalam UU Pemilu, tempat ibadah, sekolah, dan instansi pemerintah tidak boleh (jadi tempat kampanye)," kata Hengki.

Mantan Kasubdit I Dittipideksus Bareskrim Polri ini mengemukakan, sesuai amanat Menteri Agama, boleh saja tempat ibadah dijadikan tempat politik, tapi politik yang sifatnya substantif, dalam artian hanya berbicara tentang kenegaraan, berbicara tentang bangsa, tidak dalam sasaran politik praktis. Milih A dan milih B.

Wakil Wali Kota Jakarta Barat, Muhammad Zen menuturkan, pemasangan spanduk di semua tempat-tempat ibadah, seperti masjid, gereja, pura, dan wihara diinisiasi okeh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Kegiatan ini ditekankan Zen didasari UU 27/2017 tentang Pemilu yang melarang adanya kegiatan kampanye di tempat ibadah dan sekolah.

Zen mengatakan, adanya sanksi yang akan dijatuhkan kepada pihak yang melanggar aturan tersebut.

Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved