Breaking News:

Wakil Wali Kota Bekasi Bicara Persipasi dan Fanatisme Sejarah yang Masih Melekat

Fanatisme suporter menurut Tri masih sangat melekat pada Persipasi. Ia menceritakan pernah bertemu suporter militan klub itu.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Erlina Fury Santika
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengungkapkan, masih banyak masyarakat Kota Bekasi yang terlarut dalam fanatisme sejarah Persipasi. Klub kebangaan Kota Bekasi yang pernah eksis sebelum akhirnya carut marut usai kisruh dualisme PSSI.

Pemerintah Kota Bekasi sejatinya menginginkan masyarakat Kota Bekasi memiliki kesebelasan yang bermain di kasta tertinggi sepak bola Indonesia yakni Liga 1. Namun untuk mewujudkan itu, perlu ada proses yang dimulai secara bertahap.

"Kita sebetulnya sejak awal dengan pak Pepen (Wali Kota Bekasi) ingin menampilkan proses menuju kesananya. Jadi kita pengen punya satu keseblasan yang bergerak dari divisi 3, 2 dan bisa masuk ke divisi 1," kata Tri Adhianto, Sabtu, (12/1/2019).

Persipasi sendiri sampai saat ini masih ada dan bermain di kasta terendah Liga 3. Namun, pada 2017 silam, Pemkot Bekasi membentuk tim sepak bola baru bernama Patriot Candrabhaga FC yang juga bermain di Liga 3.

Namun fanatisme suporter menurut Tri masih sangat melekat pada Persipasi. Ia belum lama ini sempat mengunjungi PSSI Kota Bekasi.

Saat itu, ia menjumpai suporter fanatik Persipasi Soebex Mania dan Patman (Patriot Mania) terus membicarakan klub yang lahir dari rahim sejarah Kota Bekasi.

Spanduk mempertanyakan prestasi Persikasi terpasang di daerah Kaliabang
Spanduk mempertanyakan prestasi Persikasi terpasang di daerah Kaliabang (Warta Kota/Muhammad Azzam)

"Nah tapi di bawah masih sangat luar biasa, dimana euforia Persipasi itu masih sangat luar biasa, suporter kita masih fanatisme sejarah yang gak bisa dihilangkan," ungkap Tri.

Pemkot Bekasi memilih membentuk kesebelasan baru bukan tanpa alasan. Ketidakjelasan pengurus Persipasi pasca dualisme jadi alasan utama pemerintah enggan menghidupkan kembali klub berlogo bambu runcing.

"Kan masalahnya ada di internal (Persipasi) yang kalau harus beli, jual beli, Pemerintah Kota kan gak mungkin, kalau harus beli yaudah mending bikin aja baru Patriot Chandarabhaga FC," kata Tri.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved