Update Model Fashion SMK Baranangsiang 5 Hari Setelah Tewas: Nasib Mantan Pacar dan Pria Baru
Hampir sepekan setelah kematian Adriana Yubelia Noven (18) di gang sepi, pembunuhnya belum ditangkap. Bagaimana keterliban pria S dalam kasus ini.
Penulis: Yogi Gustaman | Editor: Erik Sinaga
TRIBUNJAKARTA.COM, BOGOR - Hampir sepekan setelah kematian Adriana Yubelia Noven (18) di gang sepi, Selasa (8/1/2019), pembunuhnya belum ditangkap.
Pria berinisial S yang sempat diamankan oleh polisi karena dicurigai, kemungkinan besar hanya menjadi saksi dan bukan pembunuhnya.
Lantas siapa calon tersangka jika dikaitkan dengan keterangan saksi, barang bukti yang diselidiki polisi, sementara sampai saat ini.
Noven yang dikenal sebagai model fashion di SMK Baranangsiang dimakamkan di pekuburan Cimuncang, Kota Bandung, Kamis (10/1/2019) siang.
Duka pecah di antara orang-orang yang mengiringi pemakaman Noven. Jasadnya tergeletak di gang yang menghubungkan Masjid Raya Kota Bogor dan Jalan Riau.
Cornelia Lucia Sasta Rianti (41) memeluk erat foto putrinya berbingkai kayu. Tangisnya tak reda saat peti jenazah masuk ke liang kubur.
• Status Terakhir di Hari Tewasnya Model Fashion di Bogor terungkap, Pelaku Semakin Terang
• Tewas di Tangan Pria Jangkung Bertato, Model Fashion Disemayamkan dengan Baju Rancangannya
• Cerita Pemburu Piton Jantan dan Betina 15 Meter, Bergumul di Rawa Tebas Kepalanya
• Sederet Fakta Kepala Laboratorium Tewas Diterkam Buaya Peliharaan, Jasadnya Mengapung
Terbawa suasana, adik Noven, Benedekta Kendel Jati Cahya Perwita (12), turut menangis di sisi ibunya.
Pemakaman Noven siang itu diratapi ratusan orang, terdiri dari keluarga dan kerabat, dipimpin seorang pastur yang merapal doa.
Setelah Noven dikuburkan, akankah polisi mendapatkan pembunuhnya? Pria berinsial S Kemungkinan besar bukan pelakunya.
Berikut TribunJakarta.com rangkum sejumlah fakta terbaru kasus terbunuhnya Noven oleh pria jangkung bertato di lengan kanannya.
Sempat pamer kenalan pria baru
Kematian Noven turut mempengaruhi psikis teman satu kosan sekaligus sahabatnya, Vanessa Aurellia. Ia sempat mengungsi tidur di hari Noven tewas.
Vanessa bercerita Noven tidak pernah bercerita tentang apapun yang mengancam dirinya, lebih seringnya soal kedekatannya dengan beberapa orang.
Selain bercerita dengan teman dekatnya, belum lama ini Noven mengaku kepada Vanessa sedang dekat dengan seseorang yang dikenalnya di media sosial.
"Iya ada, di Hago (aplikasi chat online) sama laki laki," kata Vanessa yang mengaku tak tahu siapa laki laki tersebut.
Noven hanya bercerita memiliki teman curhat di dunia maya.
"Orang luar Kota Bogor kayaknya. Belum pernah ketemuan, masih sekolah setahu saya. Noven cerita dia sekarang suka curhat tapi saya enggak tahu orangnya siapa. Hanya chat saja," beber dia.
Ogah balikan dengan mantannya
Sebelum meninggal, Noven sempat curhat kepada Cahya.
Kakak beradik ini terakhir bertemu tahun baru.
Dari cerita Cahya, terungkap keputusan Noven ingin hidup mandiri dan bersekolah di Bogor karena ingin menekuni jurusan desain busana.
"Terakhir kami jogging pagi bareng, ia sempat curhat masalah cowok," ujar Cahya di Gereja St Petrus Cianjur seperti dilansir Tribun Jabar.
Cahya mengenal kakaknya sosok yang baik, ceria, dan pantang menyerah. Ia terus menangisi jenazah Noven saat dibawa ke rumah duka di Cianjur.
Sang ayah, Yohanes Bosco wijanarko (48) sudah mengikhlaskan kematian putrinya itu.
ia berharap polisi segera menangkap pembunuh putrinya itu.
Bosco mengatakan anaknya tersebut hampir merampungkan studinya di Bogor.
Sesuai permintaannya semasa hidup, keluarga mengenakan baju rancangan sebelum jenazah Noven dikuburkan.
"Sudah kami turuti, saya menilai baju hasil rancangannya juga sangat bagus," kata Bosco.
Bosco terakhir bertemu Adriana Yubelia Noven saat Natal dan tahun baru. Selama sekolah di Bogor, Noven hanya bercerita sekolahnya.
"Tentang asmara, Noven lebih suka cerita kepada ibunya," ungkap Bosco.
Ia sempat mendengar kabar kabar, namun belum diketahui kepastiannya, saat Natal kemarin Noven putus dengan pacarnya.
"Kemudian pacarnya minta baikan dan Noven tidak mau," sambung Bosco.
Tertawa disinggung pacar
Lydia sempat bertemu Noven sebelum tewas. Ia tergugah dengan kondisi keponakannya yang terlihat tampak lebih kurus.
"Kenapa kamu kurus? Mikirin apa? Mikirin cowok ya? Begitu saya tanya ke Noven dan dia hanya ketawa," cerita Lydia dilansir Tribun Jabar, Jumat (11/1/2019).
Obrolan Lydia berlangsung di rumah orangtua Noven di Cianjur pada 25 Desember 2018. Keluarga besar saat itu berkumpul dalam momen Natal.
Tak biasanya Noven banyak diam, tak seceria biasanya. Lydia tak punya firasat itulah pertemuan terakhir dengan Noven sebelum ditemukan tewas, Selasa (8/1/2019).
Kenangan dan kebersamaan dengan Noven terekam dalam foto-foto yang Lydia tunjukkan. Noven ikut berfoto bersama sejumlah anggota keluarganya.
S mantan pucar, bukan pembunuh
Kapolresta Bogor Kota Kombes Hendri Fiuser mengatakan S mengaku pernah dekat dan menjalin hubungan dengan Noven.
Sosok S kerap diidentikkan sebagai pelaku penusukan, seperti yang tersebar dalam media sosial.
"S sudah diamankan, tetapi bukan dia pelakunya," kata Hendri dilansir Kompas.com dalam artikel Polisi: Mantan Pacar Kemungkinan Bukan Pembunuh Siswi SMK di Bogor, Kamis (10/1/2019).
"Kita masih lakukan pendalaman, kemungkinan dia bukan pelakunya," ucap dia.
S bukan pelaku setelah polisi melakukan serangkaian pemeriksaan, termasuk mengidentifikasi ciri-ciri fisik terduga pelaku seperti terekam dalam kamera CCTV.
Pada saat kejadian, kata Hendri, S juga tidak terlacak berada di Kota Bogor.
Hal itu juga didukung keterangan beberapa saksi yang sudah diperiksa.
"Setelah dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan, profil S tidak identik dengan pelaku yang terekam di kamera CCTV. Jadi kapasitasnya masih saksi," ujar dia.
Polisi masih mendalami semua dugaan dan kemungkinan yang mengarah pada pelaku dan motif penusukan tersebut.
"Sampai saat ini kita masih melakukan penyelidikan terhadap dugaan-dugaan atas semua kemungkinan," ujar Hendri.
Untuk mengungkap pelaku, tim Polresta Bogor telah mengirimkan barang bukti yang berupa rekaman kamera CCTV ke Mabes Polri.
Polisi kesulitan mengungkap pelaku pembunuhan karena kualitas video kamera CCTV yang merekam pelaku tidak maksimal. Keterangan saksi mata pun kurang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/tkp-siswi-smk-baranangsiang-bogor.jpg)